Berita Demak
Menteri Agama Nasaruddin Umar di Ponpes Girikusumo Demak: Pesantren Harus Jadi Benteng Lawan Hoaks
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kunjungannya ke Pondok Pesantren Girikusumo, Kabupaten Demak.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya peran pesantren dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas kepemimpinan untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Girikusumo, Kabupaten Demak.
Dalam kesempatan itu, Menag mengajak para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keilmuan, spiritualitas, maupun wawasan kebangsaan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Baca juga: Menteri Agama Sentil Oknum Pelaku Pencabulan di Jateng: Bukan Kiai, Tapi Mengkiaikan Diri Sendiri
Menurut Nasaruddin Umar, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membawa berbagai kemudahan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar.
"Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital saat ini, kita dihadapkan pada tantangan berupa maraknya informasi yang belum tentu benar atau hoaks. Oleh karena itu, nilai tabayyun atau melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap setiap informasi harus terus kita kedepankan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap informasi perlu dipastikan berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Sikap tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Kita semua tentu berharap dan mendoakan agar bangsa dan negara ini senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, serta kemajuan di berbagai bidang," lanjutnya.
Selain menekankan pentingnya literasi digital dan budaya tabayun, Menag juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat eksistensi pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan nasional. Berbagai upaya terus dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia, pembenahan tata kelola kelembagaan, hingga pengembangan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Girikusumo.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, H. Abdul Rouf, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik kunjungan Menteri Agama ke salah satu pesantren bersejarah di Kabupaten Demak tersebut. Menurutnya, pesan yang disampaikan Menag sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital.
"Kita perlu lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Setiap informasi hendaknya diklarifikasi dan diverifikasi serta dipastikan berasal dari sumber yang kredibel. Sikap ini penting agar kita tidak mudah terpengaruh hoaks, sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan," ujarnya.
Baca juga: Menteri Agama Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan Tak Boleh Ditoleransi
Rouf menambahkan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Demak terus berupaya memperkuat peran pesantren melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
"Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan. Karena itu, berbagai program pembinaan dan penguatan kelembagaan terus kami dorong agar pesantren semakin maju, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya," tambahnya. (*)
| Bukan Konvoi atau Coret Baju, Siswa MTsN 3 Demak Rayakan Kelulusan dengan Bagi Sembako di Lokasi Rob |
|
|---|
| Putus Kontak Tatap Muka, Siasat Pengedar Sabu di Demak Pakai Modus "Alamat Digital" |
|
|---|
| Polres Demak Lakukan Penyelidikan Intensif Kasus Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Alat Berat, Warga Demak Berjuang Sendiri Membersihkan Lumpur 50 Cm Usai Banjir |
|
|---|
| Aksi Saling Lempar Batu saat Orkes Ricuh di Demak Lukai Dua Warga, Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260605_Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-ke-Pondok-Pesantren-Girikusumo-Demak_1.jpg)