Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cilacap

Kebakaran Dua Ruko di Bantarsari Cilacap, Kerugian Ditaksir Capai Rp 1 Miliar

Kebakaran melanda dua unit ruko di Desa Bantarsari RT 04 RW 02, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Istimewa Damkar Cilacap 
Pemadaman - Damkar Cilacap melakukan pemadaman api di lokasi ruko yang terbakar di Desa Bantarsari, Selasa (9/6/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kebakaran melanda dua unit ruko di Desa Bantarsari RT 04 RW 02, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Selasa (9/6/2026) dini hari, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.15 WIB itu menghanguskan sebuah usaha fotokopi milik Dodi (42) dan toko gorden sekaligus layanan BRILink milik Rizma (35) yang berada di depan Kantor Kecamatan Bantarsari.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran setelah warga melihat kobaran api sudah membesar dari dalam ruko.

Baca juga: Turis Asal Iran Dikeroyok di Pasar Muntilan Magelang, Diteriaki Maling

Baca juga: Temuan 126 Kasus Baru HIV di Banyumas, Paling Banyak Kelompok Seks Sejenis

“Berdasarkan informasi yang kami terima, saksi yang melihat api langsung melapor ke Polsek Bantarsari, kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran sehingga tim dari Pos Damkar Sidareja segera diberangkatkan ke lokasi,” kata Gatot.

Menurut Gatot, petugas bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dan tiba dalam waktu sekitar 20 menit untuk melakukan upaya pemadaman.

“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup intensif hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 05.30 WIB.

“Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan serta pendataan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” jelas Gatot.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada mesin fotokopi yang berada di dalam ruko milik korban.

“Dugaan sementara mengarah pada gangguan arus listrik atau korsleting dari mesin fotokopi, namun penyebab pasti tetap mengacu pada hasil pemeriksaan lebih lanjut di lapangan,” katanya.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan dua ruko berukuran masing-masing 5 x 7 meter mengalami kerusakan berat, termasuk enam unit mesin fotokopi dan berbagai perlengkapan alat tulis kantor yang berada di dalam toko.

“Kerugian terbesar berasal dari usaha fotokopi karena sejumlah mesin dan barang dagangan ikut terbakar, sementara toko gorden dan layanan BRILink juga mengalami kerusakan cukup signifikan,” ungkap Gatot.

Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka, sehingga seluruh penghuni dan warga sekitar dapat selamat dari kejadian ini,” tandasnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas Damkar Sidareja menghabiskan sekitar 9.000 liter air sebelum api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman terkendali. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved