Berita Jateng
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Minta SPPG Ditutup, BGN Harus Evaluasi Menu
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengakui ada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup untuk melakukan evaluasi menu.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengakui ada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup.
Penutupan tersebut dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) atas sejumlah pertimbangan salah satunya kualitas dan ketidaktepatan menu.
"Ya ada sejumlah SPPG di Jateng ditutup, estimasi jumlah berapa, kami belum tahu karena informasinya belum diumumkan dari BGN," ujar Wagub Taj Yasin di Gedung Grahadika Bhakti Praja Kota Semarang, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Penyebab Mobil SPPG Tabrak Rumah di Pati, Polisi: Sandal Sopir Tersangkut di Pedal Gas
Yasin mengungkap, penutupan tersebut dilakukan BGN atas laporan dari masyarakat maupun kepala daerah yang mengadu bahwa SPPG di Jateng menunya kurang berkualitas dan kurang tepatnya menu.
Selama penutupan SPPG, mereka akan dievaluasi oleh BGN. Terkait penutupan apakah permanen atau sementara, ia mengungkap hal itu sepenuhnya kewenangan BGN.
"Selama SPPG tutup tidak ada kegiatan, ada evaluasi, penyebab ditutup sebagai besar dilakukan evaluasi tidak semuanya dana tak cair," jelasnya.
Dampak penutupan, Yasin juga belum mengetahuinya. Yang jelas, ia berharap, SPPG tersebut kembali beroperasional dengan meningkatkan menunya. Sebab, masyarakat menilai MBG bermanfaat.
"Ya itu harus ditingkatkan kualitasnya menunya," ujarnya.
Jawa Tengah memiliki sebanyak 3.741 SPPG per April 2026. Ribuan SPPG ini terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren (Ponpes), 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Pengawasan SPPG tersebut dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota seluruh Jateng melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG.
CAPT FOTO / IWAN ARIFIANTO
`````` {TRIBUNJATENG}01062026.online.cetak/onl.iwn.
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengakui ada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup. Penutupan tersebut dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) atas sejumlah pertimbangan salah satunya kualitas dan ketidaktepatan menu.
"Ya ada sejumlah SPPG di Jateng ditutup, estimasi jumlah berapa, kami belum tahu karena informasinya belum diumumkan dari BGN," ujar Wagub Taj Yasin di Gedung Grahadika Bhakti Praja Kota Semarang, Selasa (9/6/2026).
Yasin mengungkap, penutupan tersebut dilakukan BGN atas laporan dari masyarakat maupun kepala daerah yang mengadu bahwa SPPG di Jateng menunya kurang berkualitas dan kurang tepatnya menu.
Selama penutupan SPPG, mereka akan dievaluasi oleh BGN. Terkait penutupan apakah permanen atau sementara, ia mengungkap hal itu sepenuhnya kewenangan BGN.
"Selama SPPG tutup tidak ada kegiatan, ada evaluasi, penyebab ditutup sebagai besar dilakukan evaluasi tidak semuanya dana tak cair," jelasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Mobil SPPG Tabrak Rumah Joglo di Pati, Diduga Akibat Gas Tersangkut
| Marak Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Wagub Taj Yasin Minta Aparat Serius Tindak Ponpes Abal-abal |
|
|---|
| Jateng Provinsi dengan Upah Buruh Terendah di Indonesia, Ini Daftar 10 Besarnya |
|
|---|
| Emosi Gus Yazid Meledak: "Kejaksaan Jangan Jadi Pembual dan Perekayasa Kasus" |
|
|---|
| Senjata Gus Yazid Patahkan Dakwaan TPPU Lahan 700 Hektare di Cilacap Bukan Milik Kodam IV/Diponegoro |
|
|---|
| Tak Maksimal Terapkan WFH, Sekda Jateng: Banyak Tugas yang Sulit Diselesaikan dari Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260609_Wagub-Taj-Yasin-Maimoen-perlu-pengawasan-ponpes-abal-abal_1.jpg)