Tribunjateng Hari ini
Hari Ini, Calon Murid SMA/SMK Mulai Daftar dan Pilih Sekolah
Mulai Senin (15/6) hari ini, para calon siswa SMA/SMK sudah memasuki masa pendaftaran dan pemilihan sekolah.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah masih diwarnai sejumlah kendala teknis yang dialami calon murid baru dan orang tua selama proses verifikasi dan aktivasi akun.
Beberapa kendala yang ditemui mulai dari kesalahan unggah dokumen, salah menentukan titik koordinat, hingga belum memahami tahapan aktivasi akun menjadi persoalan yang paling banyak ditemukan selama proses pendaftaran.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh kendala tersebut dapat ditangani melalui pendampingan petugas di sekolah maupun posko SPMB.
Ketua SPMB SMKN 8 Semarang, Mustafit mengungkapkan, hingga Sabtu (13/6/2026) pagi, masih terdapat 28 calon murid baru yang belum menyelesaikan tahap aktivasi akun.
Padahal, aktivasi akun merupakan tahapan penting setelah pembuatan akun dan verifikasi berkas sebelum peserta dapat melanjutkan proses registrasi.
Tahapan krusial itu memasuki hari terakhir, pada Sabtu lalu.
Sesuai jadwal, mulai Senin (15/6/2026) hari ini, para calon siswa sudah memasuki masa pendaftaran dan pemilihan sekolah.
Masa pendaftaran dan pemilihan sekolah berlangsung selama empat hari, hingga 18 Juni mendatang.
Adapun hasil SPMB akan diumumkan secara serentak, pada 21 Juni mendatang.
"Dari total 505 calon murid baru, sampai pagi tadi (Sabtu pagi—Red) masih ada 28 yang belum aktivasi akun karena belum memahami tahapan SPMB,” kata Mustafit kepada Tribun Jateng.
“Verifikator kemudian menghubungi satu per satu agar segera melakukan aktivasi," sambungnya.
Mustafit menjelaskan, setelah dilakukan pendampingan, jumlah calon siswa yang belum melakukan aktivasi akun tersebut berkurang drastis.
Hingga Sabtu sore, hanya tersisa satu calon murid yang belum mengaktifkan akun.
Selain aktivasi akun, persoalan lain yang banyak ditemukan adalah kesalahan dalam menentukan titik koordinat domisili.
Akibatnya, berkas peserta harus ditolak dan mereka diminta mengulang proses pembuatan akun serta verifikasi dokumen.
"Terkait tikor (titik koordinat domisili—Red) memang banyak kendala. Ada calon murid yang salah menentukan titik koordinat sehingga berkasnya ditolak dan harus memperbaiki data kembali. Bagian pembuatan akun membantu proses tersebut," jelas Mustafit.
Kendala serupa juga ditemui di SMAN 11 Semarang.
Ketua SPMB SMAN 11 Semarang, Tarfiatun mengatakan, proses verifikasi sebenarnya dapat berlangsung cepat apabila seluruh dokumen yang diunggah sesuai ketentuan.
Namun dalam praktiknya, masih banyak calon peserta yang mengunggah dokumen tidak sesuai atau tidak lengkap sehingga memperlambat proses pelayanan.
"Ada yang mengunggah dokumen bukan yang asli sehingga akunnya dibatalkan. Ada juga yang setelah diteliti ternyata nilai rapornya tidak sesuai dengan dokumen asli. Akhirnya harus kembali ke tahap awal dan membuat akun lagi," katanya.
Menurut Tarfiatun, panitia tidak berani memverifikasi berkas yang tidak sesuai petunjuk operasional karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
"Kalau datanya lengkap sebenarnya cepat. Yang memperlambat itu ketika ada dokumen yang tidak sesuai atau kurang lengkap," ujarnya.
Antisipasi gangguan
Di tengah berbagai kendala tersebut, Pemprov Jawa Tengah mengklaim telah memperkuat sistem teknologi informasi untuk mengantisipasi gangguan jaringan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, hasil pemantauannya di Posko SPMB Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan SMAN 3 Semarang, pada Sabtu (13/6/2026), menunjukkan bahwa pelaksanaan SPMB secara umum berjalan lancar.
"Kendala rata-rata karena belum bisa mengaplikasikan sistem terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya," kata Luthfi.
Menurut Luthfi, petugas SPMB di tingkat provinsi maupun sekolah terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk pada hari libur.
Ia mengapresiasi guru dan operator sekolah yang tetap siaga membantu calon peserta didik menyelesaikan proses pendaftaran.
Luthfi menegaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengedepankan prinsip transparansi dan integritas melalui slogan "No Titip-titip, No Jastip".
Ia meminta seluruh petugas memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan komplain selama proses penerimaan peserta didik baru.
"Kita bisa merekrut peserta didik secara profesional sesuai ketentuan dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 harus lebih baik dari tahun kemarin," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan pihaknya menggandeng Diskomdigi Jateng dan perusahaan teknologi Alibaba untuk memperkuat kapasitas server.
Penguatan dilakukan melalui penggunaan cloud server dengan teknologi auto scaling yang memungkinkan kapasitas server bertambah secara otomatis saat terjadi lonjakan akses.
Selain itu, disiapkan pula sistem cadangan multi-zone sehingga apabila satu pusat data mengalami gangguan, sistem lain dapat langsung mengambil alih tanpa menghentikan proses pendaftaran. (F Ariel Setiaputra)
| Hafifah Senang Baru Pertama Kali Melihat Rubah Merah, Kini Ada di The Park Mall |
|
|---|
| Ternyata Sudah Direncanakan, Cucu Bunuh Nenek dan Selingkuhannya demi Kuasai Harta |
|
|---|
| Hampir Sepekan Menghilang, Eks-Kiper Persis Solo Terpantau CCTV di Magelang |
|
|---|
| Berupaya Bisa Bertahan, Perajin Mebel Jepara Terjungkal Kenaikan Harga Bahan Baku |
|
|---|
| Hafna Terkesan Ikut Baca Senyap di Gramedia Jalma Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Senin-15-Juni-2026.jpg)