Berita Regional
Kerja Bakti Mencekam, Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Tumpukan Bambu, Identitas Segera Dikenali
Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo menceritakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti
Ringkasan Berita:
- Kronologi penemuan mayat tanpa kepala di Sleman.
- Bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB.
- Di antara tumpukan rumpun bambu pascabanjir, ditemukanlah mayat pria tanpa kepala
TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Sosok mayat pria tanpa kepala ditemukan warga di antara material rumpun bambu pascabanjir.
Tak ayal, suasana kerja bakti pada Sabtu (11/4/2026) pagi itu pun berubah menjadi mencekam.
Peristiwa ini terjadi di Jembatan Kali Konteng, Dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman.
Belakangan diketahui korban diduga berinisial NR warga Sidoarum, Godean. Jenazah pria 70 tahun itu ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Purwokerto Tewaskan Aurel, Motor Nyangkut di Semak, Korban Jatuh ke Sungai
Baca juga: Gudang Sunyi di Pojok Mijen Semarang Ternyata Pabrik Ekstasi Raksasa, Warga Kaget Lihat Barang Bukti
Kronologi
Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo menceritakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB.
Mereka gotong royong berupaya membersihkan tumpukan bambu dan material yang menyumbat jembatan akibat terbawa arus banjir setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut pada Jumat (10/4) sore.
"Jam 09.00 mulai membersihkan. Kemudian jam 10.00 itu, menemukan mayat ditumpukan puing bambu itu. Lalu menginformasikan ke Polsek Gamping. Kami langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman untuk melakukan olah TKP," kata Bowo, Sabtu.
Identitas korban berhasil terungkap setelah dua anak kandung dan seorang menantu korban datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik mayat yang ditemukan.
Pihak keluarga asal Dusun Sebaran, Sidoarum Godean ini meyakini jenazah tersebut adalah NR, berdasarkan beberapa ciri fisik yang dikenali.
Ciri fisik yang dikenali di antaranya bentuk kaki yang identik, adanya luka penyakit kulit menahun di atas mata kaki kanan, serta kaus berwarna hijau bertuliskan 'California" yang dikenakan oleh korban.
Bowo mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, NR diketahui mengidap demensia atau pikun.
Korban dilaporkan sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan sulit menemukan jalan pulang.
Pihak keluarga bahkan sempat membuat laporan kehilangan orang di Polsek Godean sebelum mendapat kabar duka ini.
Tahap penyelidikan
Meski identitas telah terungkap, proses penyelidikan masih berjalan. Saat ditemukan, kondisi jenazah mengalami luka di bagian dada dan bagian kepala yang belum ditemukan.
Petugas bersama relawan dan BPBD masih melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai untuk mencari bagian tubuh yang hilang.
Bowo belum bisa memastikan penyebab luka di tubuh korban termasuk penyebab hilangnya bagian kepala.
"Karena luka, ada darah di leher almarhum ini masih segar, masih baru. Ini masih didalami, apakah ini disebabkan oleh benturan saat terbawa arus, terkena alat berat (eksavator) saat proses pembersihan puing, atau ada penyebab lain. Masih dalam proses pencarian untuk kepalanya," terang dia.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian serta perkiraan waktu meninggalnya korban.
Hal ini penting untuk mengungkap apakah korban murni terpeleset lalu terbawa arus banjir atau ada faktor lain, mengingat kemarin sore wilayah Balecatur memang diguyur hujan deras dan cuaca ekstrem.
"Belum. (Penyeban kematian) itu nanti masih kami dalami lebih lanjut.Nanti dugaan almarhum itu mengapa sampai kemudian terbawa arus banjir, itu nanti kami masih lakukan pendalaman lebih lanjut. Karena kemarin sore kan hujan deras di wilayah Balecatur. Cuaca ekstrim," kata dia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, hari ini memang ada penanganan lanjutan dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (10/4) kemarin di wilayah Pereng Kembang Gamping.
Penanganan lanjutan difokuskan pada pembersihan aliran Kali Konteng yang tersumbat rumpun bambu akibat terbawa arus sungai menggunakan alat berat eskavator.
"Saat pembersihan rumpun bambu tiba-tiba ditemukan jasad. Korban dievakuasi dan diidentifikasi Inafis Polresta lalu dibawa ke PKU Muhamadiyah Gamping," ujar dia. (Tribun Jogja)
| Aksi Heroik Penjaga Perlintasan Kereta Api Selamatkan Nyawa Pria yang Hendak Bunuh Diri |
|
|---|
| Nenek Hilang 12 Hari Ditemukan Tewas Mengenaskan di Hutan, Ternyata Dibunuh Anak dan Cucu |
|
|---|
| Bocah 13 Tahun Tewas Kesetrum Tiang Lampu saat Kejar Layangan Putus |
|
|---|
| Sosok Mandala Siswa SMK Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Sekolah Sambil Kerja Buat Biaya Kontrakan |
|
|---|
| Gelagat Menantu Setelah Bunuh Mertua, Ini Jawabannya saat Ditanya Pak RT Soal Tangan Berlumur Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260413_sleman.jpg)