Berita Jepara
Bupati Jepara Dorong Penanganan Abrasi Jadi Prioritas Daerah dan Pusat
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengungkapkan penanganan abrasi di sejumlah kawasan pesisir Jepara.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Witiarso Utomo mengungkapkan penanganan abrasi di sejumlah kawasan pesisir Jepara masih menghadapi keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Mas Wiwit sapaan akrabnya menegaskan bahwa persoalan tersebut terus didorong untuk menjadi prioritas baik di tingkat kabupaten maupun nasional.
Menurut Witiarso, abrasi sejatinya sudah diajukan ke pemerintah pusat, namun alokasi anggarannya belum dapat dipenuhi secara maksimal.
Baca juga: Bupati Jepara Dorong Wisata Malam Bandengan: Saatnya Terang dan Terhubung
Tahun ini, fokus pendanaan pusat lebih banyak diarahkan pada program Infrastruktur Jangka Dasar (IJD) dan sektor irigasi yang berada di bawah payung besar ketahanan pangan.
“Abrasi memang kami ajukan ke pusat, tapi pusat masih memprioritaskan dananya untuk IJD dan irigasi karena ketahanan pangan, sehingga anggaran untuk penanganan abrasi sedikit kurang,” kata Bupati Jepara kepada Tribunjateng, Selasa (2/12/2025).
Meski terbentur situasi anggaran, Pemkab Jepara tidak tinggal diam.
Sejumlah pemerintah desa di wilayah pesisir mulai melakukan intervensi awal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Langkah ini menjadi penahan sementara agar kerusakan tidak meluas sambil menunggu penanganan struktural dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Upaya sementara sudah ada di desa, melalui APBDes. Itu setidaknya bisa membantu menahan laju kerusakan sambil menunggu program besar dijalankan,” jelasnya.
Witiarso memastikan bahwa usulan terkait penanganan abrasi tetap berada di jalur prioritas.
Pemkab Jepara tengah memperkuat dokumen teknis dan data kerusakan untuk mengajukan kembali kebutuhan anggaran ke kementerian terkait, sekaligus memastikan masalah ini mendapat perhatian setara dengan program strategis lainnya.
Baca juga: E-Retribusi Diluncurkan, Jepara Mulai Tata Ulang Nadi Ekonomi Pasar Tradisional
“Kami tetap menjadikan abrasi sebagai prioritas, baik di Jepara maupun dalam pengajuan ke pusat. Ini masalah yang tidak bisa ditunda karena menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan wilayah pesisir,” tegasnya.
Sejumlah titik pesisir di Jepara tercatat mengalami pengikisan yang semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas level desa, kabupaten, hingga pusat dapat mempercepat mitigasi dan pembangunan infrastruktur penahan abrasi yang lebih permanen. (Ito)
| Sulap Ampas Kopi Jadi Energi Alternatif, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Mayong Jepara Bikin Briket 4 Bahan |
|
|---|
| Nasib Modin AS yang Datang Bertamu ke Rumah Wanita 21 Tahun di Jepara, Dilaporkan ke Polisi |
|
|---|
| Mengenal Modus Helikopter, Cara Sindikat BBM Ilegal Timbun BBM Subsidi di Jepara |
|
|---|
| Praktik Pengelolaan Sampah Didapuk Masuk Kurikulum Pendidikan Sekolah di Jepara |
|
|---|
| Sosok Mbah Mad Ditemukan Meninggal di Toilet Umum Semat Jepara, 10 Tahun Tinggal di SPBM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251202_Bupati-Jepara-Witiarso-Utomo-Ngator-di-Desa-Bandengan_1.jpg)