Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Di Balik Status Siaga, BPBD Jepara Pilih Bersiap Tanpa Panik Hadapi Cuaca Ekstrem

Di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara memilih satu sikap utama bersiap tanpa panik.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
BPBD JEPARA - Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto saat ditemui di depan kantor Setda Jepara dalam waktu dekat inI. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara memilih satu sikap utama bersiap tanpa panik.

Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyebut Pemerintah Kabupaten Jepara telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Meteorologi. 

Bagi BPBD, status ini bukan sekadar formalitas, melainkan payung hukum agar seluruh unsur bisa bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.

Baca juga: Horor Tanpa Hantu: Kisah Pemuda Jepara Menaklukkan Festival Film dengan Modal Bunyi Rebana

“Secara kelembagaan, Pemkab Jepara sudah mengeluarkan SK siaga darurat meteorologi. Itu menjadi dasar kami semua untuk melaksanakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan,” kata Arwin kepada Tribunjateng, Minggu (21/12/2025).

Di balik penetapan status tersebut, aktivitas di lapangan terus berjalan. 

BPBD bersama lintas sektor telah mengaktifkan posko-posko siaga, termasuk posko bencana alam (posko natura), relawan kebencanaan, serta unsur terkait lainnya. 

Semua bergerak di wilayah masing-masing, menyatu dengan kondisi desa dan masyarakat setempat.

“Kami bersama lintas sektoral sudah aktif. Posko siaga ada, relawan juga bergerak,” ungkapnya.

Namun, Arwin menegaskan bahwa kunci utama pengurangan risiko bencana justru berada paling dekat dengan warga, yakni di tingkat desa. 

Karena itu, BPBD terus mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini.

Bentuknya sederhana, tetapi krusial, memantau pohon rawan tumbang, ranting besar yang rapuh, hingga wilayah tebingan yang berpotensi longsor.

“Mitigasi itu penting. Pemantauan pohon rawan rubuh, ranting patah, sampai daerah tebingan yang berpotensi longsor harus disiapkan,” jelasnya.

Menurut Arwin, langkah - langkah kecil tersebut bisa menjadi benteng awal dalam mencegah bencana yang lebih besar. 

Deteksi dini yang baik diyakini mampu menekan risiko dan meminimalkan dampak bagi masyarakat.

“Dengan peningkatan antisipasi ini, harapannya bisa menjadi deteksi dini untuk pengurangan bencana,” ujarnya.

Baca juga: Sidak Jembatan Pendosawalan, DPRD Jepara Soroti Detail Progres Jelang Nataru  

Hingga saat ini, BPBD memastikan status kebencanaan di Jepara masih berada pada level siaga darurat, belum meningkat ke tahap tanggap darurat. Arwin berharap kondisi ini bisa terus terjaga.

“Untuk peningkatan status, saat ini belum. Masih siaga darurat. Harapan kami, jangan sampai tanggap darurat. Semoga Jepara tetap kondusif ke depannya,” pesannya.

Bagi BPBD Jepara, kesiapsiagaan bukan soal menunggu bencana datang, melainkan tentang bekerja diam-diam di balik layar memastikan ketika alam menunjukkan sisi ekstremnya, masyarakat sudah lebih siap menghadapinya. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved