Berita Jepara
6 Sumur Baru Air Bersih Bakal Dibangun pada 2026 di Jepara
Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara menampung berbagai keluhan dan masukan masyarakat terkait pelayanan yang kurang maksimal.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara menampung berbagai keluhan dan masukan masyarakat terkait pelayanan yang kurang maksimal dalam beberapa waktu terakhir.
Utamanya terkait kebutuhan suplay air yang dinilai belum lancar.
Baca juga: Bupati Witiarso Tegaskan NU Jepara Harus Tetap Bersatu
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara, Lukman Hakim menegaskan, 2026 merupakan tahun peningkatan layanan.
Enam sumur baru bakal dibangun pada 2026, ditambah optimalisasi 1 sumur yang telah dibangun dengan pemasangan saluran instalasi.
Kata dia, enam sumur baru yang bakal dibangun tersebar di Pakis Aji, Kota, Kedung, dan Nalumsari.
Enam sumur baru ini nantinya melengkapi 104 sumur yang sudah eksisting. Dengan penambahan sumur baru ini diharapkan pelayanan semakin maksimal dengan bertambahnya kecukupan atau suplai air.
Selain itu, pelanggan Perumda Air Minum Tirta Jungporo diproyeksikan bertambah dari 54.000 pelanggan aktif saat ini.
"Kami akan berusaha benahi infrastrukturnya dengan menambah 6 sumur baru dan 1 sumur yang sudah dibangun dengan kelengkapan instalasi. Jadi total nanti 2026 ada 7 sumur tambahan yang beroperasi. Ini untuk membenahi layanan kepada masyarakat, setelah itu baru berbicara PAD," terangnya, Selasa (6/1/2026).
Lukman menyebut, pendapatan Perumda Air Minum Tirta Jungporo pada 2026 ditarget sebesar Rp 39,777 miliar. Terdiri dari pedapatan penjualan air Rp 35,629 miliar, pendapatan non air Rp 3,7 miliar, dan pendapatan kemitraan Rp 303,6 juta.
Dari angka tersebut, target laba sepanjang 2026 diharapkan mencapai Rp 1,393 miliar yang berpotensi menjadi PAD ke pemerintah daerah.
Angka tersebut mengalami kenaikan dari realisasi laba 2025 hanya mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Satu di antara upaya untuk mencapai target tersebut adalah mengejar piutang dan mengurangi denda. Termasuk pengecekan status pelanggan dari kategori rumah tangga menjadi bisnis untuk penyesuaian tarif berdasarkan status (bukan kenaikan tarif).
Baca juga: Pesan Wakil Ketua PBNU KH Miftah Faqih di Jepara: Jiwa NU Melayani dan Mengabdi, Bukan Menguasai
Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Jungporo bersama Pemerintah Kabupaten Jepara bakal mengkaji lebih lanjut terkait industri yang selama ini tidak menggunakan air yang disediakan Perumda Tirta Jungporo, melainkan memanfaatkan air dari hasil pengeboran sumur mandiri.
"Karena pengeboran air bawah tanah regulasinya bagi perusahaan dilarang, solusinya beli di Perumda Air Minum. Ini masih kami kaji menggandeng pengusaha, dinas dan pihak-pihak terkait. Bukan produksi sendiri namun beli ke Perumda Air Minum, bisa jadi sumber pedapatan juga. Targetnya 2026 mengurangi komplain dengan peningkatan layanan," tuturnya. (Sam)
| Detik-detik Kapal Wisata Bahari Pantai Bandengan Jepara Tersambar Petir, Nahkoda Tewas |
|
|---|
| Nahkoda Kapal Wisata Bahari Tersambar Petir di Perairan Bandengan Jepara saat Bawa Wisatawan |
|
|---|
| Kondisi 2 Korban Kecelakaan Motor Terjun ke Jurang di Jepara, Ditemukan di Pinggir Sungai |
|
|---|
| Kebakaran Rumah Produksi Mebel di Jepara, Ini Dugaan Awal Penyebabnya |
|
|---|
| Kronologi Pemotor Terjun ke Jurang 100 Meter di Desa Tempur Jepara, Jalur Menanjak Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260106_Perumda-Air-Minum-Tirta-Jungporo-bangun-sumur-PDAM-Jepara_1.jpg)