Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Jepara

Pemkab Jepara Optimalkan BTT Rp 5 Miliar untuk Pemulihan dan Penanganan Bencana

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menegaskan, pemerintah daerah saat ini sedang berupaya penuh.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
ILUSTRASI - Sejumlah relawan dan warga mengakses jalan darurat menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, baru-baru ini. Pemkab Jepara berkomitmen melakukan penanganan dan pemulihan dampak bencana dengan optimalisasi BTT senilai Rp 5 miliar.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menegaskan, pemerintah daerah saat ini sedang berupaya penuh untuk penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa desa di Kabupaten Jepara.

Gus Hajar, sapaan akrab Muhammad Ibnu Hajar, mengaku telah menerima beberapa masukan dari masyarakat yang terdampak bencana banjir. Di antaranya penanganan cepat yang harus dilakukan dalam menutup tanggul-tanggul sungai yang jebol, perbaikan pintu air yang rusak, penguatan tanggul di titik rawan, dan normalisasi sungai.

Beberapa masukan tersebut menjadi catatan khusus bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti.

Baca juga: Tips Survival Mendaki Gunung: Begini Langkah Darurat Jika Terpisah dari Rombongan

Baca juga: "Patah Tulang Paha" Dokter Ungkap Hasil Visum Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali

Termasuk fokus pada kebutuhan darurat yang masih diperlukan, serta penanganan pascabanjir yang komprehensif.

"Dinas teknis segera menindaklanjuti hal-hal yang perlu dilakukan segera. Langkah mitigasi dan perbaikan dilakukan sesuai kewenangan," terangnya di Jepara, Kamis (15/1/2026).

Wakil bupati menegaskan bahwa penanganan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara masih berlangsung.

Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di awal 2026 yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Jepara.

"Segera kami perbaiki (dampak bencana, red) dari dana BTT yang kami anggarkan sebanyak Rp 5 miliar untuk menangani bencana yang ada di Kabupaten Jepara," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga berkomitmen segera mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana dengan anggaran yang ada.

Selain dampak bencana banjir, penanganan juga diprioritaskan di Desa Tempur atas bencana longsor yang melanda.

Pihaknya juga berjanji membangun ulang jembatan penghubung Desa Ngetuk dengan Karangnongko di Kecamatan Nalumsari yang terputus terseret banjir, dengan menggunakan BTT. Supaya infrastruktur jembatan yang sebelumnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar tetap ada untuk masyarakat.

Sebelumnya, bencana tanah longsor dan banjir telah melanda Kabupaten Jepara seka, Jumat (9/1/2026). 

Di antara beberapa lokasi tanah longsor yang terparah terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling. 

Sedangkan bencana banjir terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Nalumsari, Mayong, Kalinyamatan, hingga Pecangaan. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved