Berita Jepara
DKPP Jepara Sterilisasi 2 Pasar Hewan di Keling dan Bangsri Jelang Hari Raya Iduladha
Tim kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara mulai diterjunkan untuk melakukan pengecekan kondisi hewan ternak.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Tim kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara mulai diterjunkan untuk melakukan pengecekan kondisi hewan ternak yang hendak dijadikan hewan kurban.
Pengecekan kesehatan hewan kurban dilakukan untuk memastikan apakah hewan dalam kondisi sehat atau terpapar penyakit.
Seperti ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK).
Baca juga: Tak Mau Kecolongan PMK, Dinperpa Siapkan 100 Dosis Vaksin untuk Hewan Kurban
Tak hanya itu, mereka juga melakukan sterilisasi hewan dengan penyemprotan cairan desinfektan menyasar dua pasar hewan.
Mulai dari Pasar Hewan Keling dengan pasaran Legi dan Pasar Hewan Bangsri dengan pasaran Pon.
Cairan desinfektan disemprotkan untuk membunuh bakteri dan kuman yang berpotensi mengancam kesehatan hewan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Aprilia Elisiawati mengatakan, tim pemantauan hewan kurban sudah diterjunkan melibatkan dokter hewan dibantu Koas mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FKH UGM.
Sejauh ini, kata dia, tidak ditemukan kasus penyakit pada hewan ternak hasil pemeriksaan di dua pasar hewan. Baik hewan yang datang dari luar daerah, maupun hewan lokal dari peternak Jepara.
Meski demikian, pemantauan kesehatan hewan ternak, khususnya hewan yang akan dijadikan kurban, tetap dilakukan secara berkala hingga pelaksanaan kurban.
"Kegiatan rutin menjelang Hari Raya Iduladha di Jepara sudah dimulai sejak Selasa kemarin di Pasar Legi Keling dan dilanjutkan dengan Pasar Pon Bangsri. Secara umum tidak ditemukan kasus penyakit, semuanya dalam keadaan sehat," terangnya, Kamis (21/5/2026) usai pemeriksaan di Pasar Hewan Bangsri.
Lebih lanjut, Aprilia tetap melakukan edukasi kepada pembeli dan peternak agar tidak membeli atau menjual hewan ternak yang dicurigai sakit.
Baca juga: Cegah Virus PMK Masuk Jateng Jelang Idul Adha, Pemprov Jateng Mulai Aktifkan Penyekatan
Peternak harus jujur menjual hewannya dalam kondisi sehat. Jika ditemukan hewan dicurigai sakit atau tepapar virus, segera dilakukan penanganan khusus.
Mulai dari memisahkan hewan sakit dengan ternak lainnya, selanjutnya dilakukan pengobatan intensif tanpa menularkan penyakit ke ternak lain.
"Kami sudah edukasi ke peternak dan pedagang agar selektif dalam menjual hewan ternak. Kalau ada indikasi hewan ternak sakit, bisa dihindari dan disembuhkan dahulu," tutur dia. (Sam)
| Perjalanan Spiritual 16 Bhikku Thudong Dimulai, Tempuh 250 Km dari Jepara menuju Klaten |
|
|---|
| PKW Siapkan 9.500 Entrepreneur Muda Indonesia, 30 Anak Tidak Sekolah di Jepara Dapat Kesempatan |
|
|---|
| 3 Kecelakaan dalam Semalam di Jepara: 2 Korban Tewas, 3 Terluka |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Sepeda Motor Vs Truk Kontainer di Ngabul Jepara, 1 Orang Meninggal |
|
|---|
| Ditarget Rp 17,6 Miliar, Baznas Jepara Gandeng DMI Jemput ZIS Tingkat Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260521_Pasar-Hewan-Bangsri-Jepara_1.jpg)