Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kanwil Kemenkum Jateng

Bersama DJKI, Kemenkum Jateng Dorong Hilirisasi Riset Kampus melalui Workshop Paten di Polines

Layanan Workshop Substantif Paten di Daerah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Politeknik Negeri Semarang

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah mendukung peningkatan jumlah permohonan dan kualitas paten dalam negeri melalui kegiatan Layanan Workshop Substantif Paten di Daerah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (11/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah mendukung peningkatan jumlah permohonan dan kualitas paten dalam negeri melalui kegiatan Layanan Workshop Substantif Paten di Daerah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Polines atas komitmennya dalam mendukung pengembangan paten dan inovasi di lingkungan akademik.

“Kolaborasi antara Kementerian Hukum dengan dunia akademisi dan perguruan tinggi sangat penting agar hasil invensi tidak hanya berhenti sebagai penelitian di kampus, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Heni.

Ia menambahkan bahwa Kanwil Kemenkum Jawa Tengah terus mendorong seluruh perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk aktif mendaftarkan hasil invensinya sebagai paten.

Menurutnya, penguatan layanan kekayaan intelektual menjadi salah satu prioritas dalam mendukung kemajuan inovasi dan industri nasional.

“Kami berharap setelah kegiatan ini tidak hanya Polines, tetapi juga kampus-kampus lain di Jawa Tengah semakin aktif menghasilkan dan mendaftarkan paten sehingga tidak lagi mengalami kendala dalam proses pelindungannya,” tambahnya.

Sementara itu, Pemeriksa Paten Utama, Zulhemi Yunus, yang mewakili Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, menjelaskan paten memberikan hak eksklusif kepada inventor dalam jangka waktu tertentu sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap hasil invensi.

Menurutnya, peningkatan jumlah dan kualitas paten anak bangsa menjadi penting untuk mendukung lahirnya produk bernilai ekonomi tinggi.

Ia juga mengapresiasi langkah Polines yang dinilai telah mengimplementasikan penguatan ekosistem paten melalui berbagai inovasi dan penelitian terapan.

“Paten bukan hanya bentuk pelindungan hukum, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi nasional. Kami berharap Polines dapat menjadi pusat unggulan berbasis paten dan role model bagi perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.

Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong hasil penelitian untuk dapat dihilirisasi menjadi kekayaan intelektual yang berdampak bagi masyarakat.

“Penelitian dosen sebisa mungkin harus terhilirisasi menjadi kekayaan intelektual, dimulai dari hak cipta hingga berkembang menjadi paten. Perguruan tinggi harus membuka diri untuk bekerja sama dan memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan pendampingan penyusunan draf paten terhadap 10 judul invensi yang dibimbing langsung oleh para pemeriksa paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polines, Prof. Dr. Ir. Muhamad Mukhlisin, berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan jumlah paten di lingkungan Polines sekaligus mendorong partisipasi penelitian yang lebih produktif dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Agustinus Yosi Setiawan. Hadir pula Pemeriksa Paten Madya, Nico Endriarko selaku Ketua Tim Pemeriksa Paten beserta tim. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved