Warga Cawas Khawatir Proyek Jembatan Pipa Air PDAM
Saya berharap PDAM segera menyelesaikan pekerjaan ini segera
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN – Pengerukan talud di Kali Dengkeng untuk proyek penambahan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten, tepatnya, di Desa Cawas, Kecamatan Cawas, ternyata membuat warga yang berada didekatnya was-was.
Satu di antaranya, Suratman (67), warga Desa Cawas, Kecamatan Cawas, yang rumahnya tepat di samping proyek jembatan itu.
Kondisi talud yang dikeruk itu mengkhawatirkannya, terlebih saat permukaan air di Kali Dengkeng mengalami peningkatan. Padahal, saat ini intensitas hujan semakin meningkat, dan anak sungai Bengawan Solo yang cukup lebar itu memiliki arus cukup deras.
“Dengan kondisi talud yang telah dikeruk seperti itu, tentu saja membuat saya sangat khawatir Saat ini turun hujannya terbilang cukup lama. Saya berharap PDAM segera menyelesaikan pekerjaan ini segera. Jika tidak selesai arus air bisa terus-menerus mengikis bantaran ini dan membahayakan rumah saya,” jelasnya, di Klaten, Jumat (20/12/2013).
Pengerukan talud tersebut tidak hanya dilakukan di talud dekat rumahnya, tetapi juga telah dilakukan di talud seberang sungai, tepatnya di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas. Talud di seberang sungai itu juga berdekatan dengan rumah warga lain dengan jarak yang hampir sama.
Berdasarkan kabar terakhir, pasca-hujan Jumat (20/12/2013), permukaan air Kali Dengkeng semakin meningkat. Sekitar pukul 13.30 WIB, warga sekitar bergotong royong membuat tanggul sementara untuk menutupi lubang yang berada di talud itu dengan tanah yang disikan dalam karung, serta memancangnya dengan bambu dan papan triplek.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknik PDAM Klaten, Budi Raharjo, mengatakan akan mengupayakan steger untuk mencegah pengikisan talud yang telah dikeruk tersebut. Pengerjaan jembatan pipa tersebut dalam rangka menambah jaringan PDAM ke wilayah Cawas sebelah Selatan.
“Dalam pembuatan pondasi, kita memang kerja-kejaran dengan banjir. Namun jika pondasi sudah terpasang tidak akan masalah. Kita nanti akan upayakan pemasangan steger supaya tidak nggogos tanah taludnya. Mungkin dalam waktu dekat ini kita upayakan,” jelasnya kepada Tribun Jogja, sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat.