Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KISAH SUKSES Pemilik Warung Sate Wendy's : Biar Barokah, Jadi Harus Berbagi

Sate kambing muda warung Wendy's cukup dikenal oleh masyarakat di Kota Tegal hingga luar kota.

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Suasana warung Sate Wendy's yang hari ini dipenuhi pengunjung dari luar kota, Selasa (26/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sate kambing muda warung Wendy's cukup dikenal oleh masyarakat di Kota Tegal hingga luar kota.

Siapakah pemilik warung sate muda kambing ini?

Suwendi (47) adalah penggagas warung tersebut. Ia menjadi penjual makanan sejak tahun 1980-an.

"Waktu itu awalnya saya jualan makanan warteg dan lokasinya berpindah-pindah, " tutur Suwendi kepada Tribunjateng.com di warungnya Jalan Letjen Suprapto Nomor 59 Kota Tegal, Selasa (26/12/2017).

Ia berpikir untuk membentuk variasi baru, jadi ia memutuskan untuk berjualan sate muda sejak tahun 1984.

"Butuh perjuangan yang tidak gampang, tahun 1984 saya juga masih pindah-pindah. Belum memiliki warung ini," imbuhnya.

Pada tahun 2000, Suwendi baru bisa mendirikan Wendy's. 

"Wendy's ya, s-nya itu sebenarnya untuk mengenang ayahanda saya. Namanya Sumar. Walau bagaimanapun meski sudah meninggal beliaulah yang juga mengajari saya berjualan di dunia kuliner dan tabah menghadapi cobaan, " tutur Wendi, begitu sapaan akrabnya, kepada Tribunjateng.com.

Dengan usaha merintis dari bawah, akhirnya Wendi berhasil membuka warung Wendy's. Di tahun 2004, cabang baru dibuka juga di Jalan Kapten Ismail nomor 5 Kota Tegal.

Cabang tersebut dikelola oleh anaknya, Vita.

Dari keterangan Wendi, kuliner telah merubah hidupnya.

"Alhamdulillah, saya bisa umrah pada tahun 2010. Sejak saat itu saya ingin sekali berbagi juga kepada anak-anak yang ingin belajar agama tetapi kurang mampu, " imbuhnya.

Maka ia putuskan usai umroh bersama keluarga besar, ia menjadi satu di antara donatur Pondok Pesantren Awid An-Nur, Slawi.

Hal tersebut ia lakukan untuk berbagi apa yang ia dapat.

Wendi sangat bersyukur zaman dulu yang pelik telah terjawab sudah melalui usaha dan doanya.

Rezeki yang lancar ia peroleh dari dunia kuliner sate kambing muda ini.

"Biar barokah, jadi harus berbagi," begitu imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved