Pilgub Jateng
Budayawan Ahmad Tohari: Pilkada Berkualitas Hasilkan Pemimpin Waras
Budayawan Ahmad Tohari: Pilkada Berkualitas Hasilkan Pemimpin Waras. Karena itu, ia meminta agar masyarakat menjauhi praktik politik uang
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Budayawan Ahmad Tohari, berpesan kepada masyarakat agar dalam memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah harus sesuai hati nurani.
Karena itu, ia meminta agar masyarakat menjauhi praktik politik uang (money politics) pada Pilkada 2018.
Menurutnya, beberapa tahun ini banyak kasus calon kepala daerah menggunakan politik transaksional untuk menggaet pemilih.
"Saat ini, pemilu masih berbau transaksional dan pragmatisme. Masyarakat jangan merasa memilih calon karena telah memberikan apa-apa. Itu sangat berbahaya," kata Tohari saat menjadi narasumber di forum group discussion (FGD) untuk mewujudkan pemilihan Gubernur Jateng 2018 yang aman dan damai di Dhyantie Convention Hall, Anggraeni Hotel, Bumiayu, Brebes, Selasa (10/4/2018).
Melalui pesta demokrasi yang sehat dan berkualitas, lanjutnya, masyarakat bakal memperoleh pemimpin yang waras.
Penulis novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dan Senyum Karyamin itu menuturkan pemimpin yang waras selalu mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang golongan atau pun segelintir orang.
Untuk mewujudkan pemilu berkualitas, KPU tidak bisa bekerja sendirian.
Budayawan dan sastrawan dari Jatilawang Banyumas itu mengajak masyarakat bersama- sama untuk berpartisipasi menjunjung pilkada bermartabat, satu di antaranya dengan menolak money politics.
Dengan pemilu berkualitas dan berjalan sukses, situasi kemanan dan ketertiban masyarakat juga akan berjalan lancar.
Tohari juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial pada tahun politik ini.
Sementara, Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, menyatakan forum diskusi itu diadakan untuk mencari solusi bersama-sama agar Pilkada 2018 berjalan lancar dan tanpa isu provokatif dan SARA.
"Ayo bersama- sama agar menjaga pilkada tahn ini berjalan indah dan lancar. Bagaimana caranya agar isu SARA dan provokatif tidak berkembang menjadi konflik sosial untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tegas kapolres.
Menurutnya, perbedaan dalam kehidupan itu merupakan anugerah, apalagi perbedaan dalam pilkada.
"Mari berikan nilai dan energi yang positif dengan harapan pelaksanaan pemilihan gubernur kemudian dilanjutkan dengan pemilu legislatif dan presiden bisa berlangsung dengan tertib aman dan damai," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/budayawan-ahmad-tohari-pilkada-berkualitas-hasilkan-pemimpin-waras_20180410_202931.jpg)