Masih Banyak Pengendara yang Lawan Arus di Jalan Pattimura, Alasannya kejauhan
Sejak Satlantas menetapkan Jalan Patimura sebagai jalan raya searah pada Mei 2018, masih banyak pengendara yang melawan arus.
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana ramai terlihat saat berada di perempatan Jalan Dr Cipto, dekat SMPN 6 Semarang pukul 06.30, Kamis (2/8/2018). Ada orangtua yang mengantar anaknya dan ada pula mereka yang berangkat bekerja.
Sebagian besar pesepeda motor yang menuju ke bundaran bubakan, lebih memilih lewat jalan Pattimura daripada harus berbelok kekiri ke arah Jalan Dr Cipto.
Sejak Satlantas menetapkan Jalan Patimura sebagai jalan raya searah pada Mei 2018, masih banyak pengendara yang melawan arus.
Menurut warga, Yono, dia melawan arus Jalan Pattimura karena setiap hari dirinya antar pesanan tahu di seberang jalan tersebut, sehingga dia lewat situ biar tidak memutar.
"Saya lewat sini karena saya merasa kejauhan harus memutar, harapannya dibuat kembali dua arah seperti semula, karena kalau pagi dan sore bikin macet,"ujar Joko, warga lainnya.
Ditemui terpisah, menurut Ryke Rahma, Kepala Unit Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lalulintas Jawa Tengah, Jalan Patimura sudah ditetapkan sebagai jalan searah pada Mei 2018. Tujuannya untuk mengurai kemacetan karena peningkatan volume kendaraan dan mengurangi angka kecelakaan.
"Setiap pelanggaran harus ditindak, tidak perlu ada alasan terlalu jauh, harus berjalan sesuai jalan searah yang disediakan," ujarnya saat ditemui di Kantor Satlantas Polrestabes Semarang Barat. (agi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-pengendara-masih-banyak-yang-melawan-arus-di-jalan-patimura-semarang_20180802_173125.jpg)