Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Madrasah Dilatih Cara Membuat Pertanyaan Kritis

kemampuan berpikir kritis akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam merespon berbagai hal di lingkungan.

Penulis: deni setiawan | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Direktur Pendais Kemenag RI Prof Dr Arskal Salim GP saat bertemu guru, pengawas, maupun kepala madrasah mitra UIN Walisongo Semarang dan Tanoto Foundation di Hotel Citra Dream Semarang, Minggu (11/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis merupakan hal penting dilakukan seorang guru dalam proses belajar-mengajar.

Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama (Pendais Kemenag) RI Prof Dr Arskal Salim GP saat bertemu guru, pengawas, maupun kepala madrasah mitra Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Tanoto Foundation di Hotel Citra Dream Semarang, Minggu (11/11/2018).

Menurut Prof Arskal, kemampuan berpikir kritis akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam merespon berbagai hal di lingkungan.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi pendekatan melalui Program Pintar Tanoto Foundation itu.

“Di mana melatih guru untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi. Bertanya adalah cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Mereka jadi lebih aktif dan kreatif,” terang dia.

Dia sempat berkisah pengalamannya saat mengajar kala itu.

Kerapkali ketika mengajar, dirinya mengajukan berbagai pertanyaan kepada para mahasiswanya.

Yakni bertanya apakah ada pertanyaan dari para mahasiswa kepada dirinya. 

“Yang ada dan mungkin saat ini juga masih mudah dijumpai, dari puluhan mahasiswa dalam satu kelas, tak ada yang mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan."

"Mereka memilih diam sebagai tanda menyatakan paham meskipun mungkin sebenarnya tidak atau ada yang belum paham,” sambung Prof Arskal.

Itu mengapa, lanjutnya, ketika mendengar adanya program Pintar tersebut yang berfokus mengembangkan pertanyaan sebagai materi awal, dia sangat senang.

Menurutnya, guna memperoleh ilmu atau pengetahuan, langkah pertama serta utama adalah bertanya terlebih dahulu.

“Dan ada program ini saya secara pribadi senang."

"Kami membayangkan seusai kegiatan ini dilaksanakan, nantinya di tingkat madrasah, seluruh peserta didik mereka bakal berlomba-lomba untuk bertanya kepada para gurunya."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved