Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tradisi Meron Tiap Peringatan Maulid Nabi di Sukolilo Pati

Nampak masyarakat memadati Jalan Kayen - Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah untuk turut serta tradisi Meron, Kamis (22/11/2018) siang.

TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR ROSYIDAH
Nampak masyarakat memadati Jalan Kayen - Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah untuk turut serta tradisi Meron, Kamis (22/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Nampak masyarakat memadati Jalan Kayen - Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah untuk turut serta tradisi Meron, Kamis (22/11/2018) siang.

Mereka terlihat berebut gunungan yang terdiri dari beberapa jenis makanan yang disusun sedemikian rupa.

Sebanyak 13 gunungan itu menjulang tinggi, lebih dari dua meter yang nampak apik dengan bagian atasnya terdapat rangkaian bunga melingkar, lengkap dengan rupa ayam di bagian tengah.

Rangkaian serupa melati juga menjadi hiasan gunungan, yang ternyata itu terbuat dari ketan.

Ketua Yayasan Meron Indonesia, Abdul Qodir menjelaskan bahwa itu adalah kronce, yakni makanan serupa rengginang terbuat dari ketan lantas disusun sebagaimana melati dan ampyang.

"Basicnya (makanan di gunungan) adalah beras ketan, dan itu merupakan lambang yang mempunyai makna ngraketaken (merekatkan) persaudaraan, persatuan," jelasnya.

Hal tersebut dijelaskannya ternyata sudah diambil dari para leluhur, dengan olahan seperti kronce yang seperti bunga melati, rengginang dan ampyang.

Keunikan Meron dijelaskannya punya karakter, yang tidak berubah meskipun ada perubahan jaman teknologi dan informasi.

Qadir memberikan contoh bahwa prosesinya sama sejak ia kecil, dimulai dari istighosah, kemudian diadakan takhtimul Quran bil ghoib, setelah itu prosesi yang dimulai dengan gebyar budaya dan prosesi terakhir ritualnya.

Gunungan dari aparat desa dan tokoh masyarakat setempat itu diarak berkeliling dan dengan spot terkhir di depan masjid Baitul Yaqin.

Para masyarakat yang mengambil makanan itu mengharap berkah, dengan adanya ritual Meron yang menjadi peringatan Maulid Nabi Muhammad di Desa Sukolilo Pati.

"Tradisi ini sudah rutin digelar setiap tahunnya untuk peringatan maulid nabi, antusiasnya tidak hanya dari masyarakat sekitar saja tapi juga banyak dari luar daerah," jelas Sumardi yang turut menggotong gunungan.

Hal tersebut diaminkan Diah, yang mengaku datang dari Kudus untuk menikmati tradisi sejenis Sekatenan itu.

Bahkan total masyarakat dan wisatawan yang terlibat juga mencapai 30 ribu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved