Dalang Ki Carito Hibur Ribuan Warga Pada Cempaka Suro Fest 1 di Tegal
Dengan membawakan lakon lupit dan slenteng, ribuan warga terhibur oleh dalang yang merupakan murid dari Almarhum Enthus Susmono itu
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penampilan wayang santri oleh dalang Ki Carito menutup serangkaian acara Cempaka Suro Fest 1 di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Sabtu (7/9/2019) malam kemarin.
Dengan membawakan lakon lupit dan slenteng, ribuan warga terhibur oleh dalang yang merupakan murid dari Almarhum Enthus Susmono itu.
Penampilan Ki Carito di Cempaka Suro Festival ini dimulai dari pukul 21.30 WIB sampai 00.00 WIB.
Tanpa sekat, ribuan penonton dari usia muda sampai tua tumpah ruah menjadi satu di Lapangan Klisik Desa Cempaka.
Penampilan dalang asal Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal itu mampu membuat penonton tertawa lepas.
Dalam memainkan wayang santrinya, Ki Carito menyampaikan banyak pesan kepada para penonton.
Seperti, tambah Ki Carito, pentingnya menjaga kerukunan bangsa, sosok pemimpin ideal, sampai persoalan Pilkades.
"Beda paseduluran aja nganti ngrusak paseduluran. Siapapun nanti yang jadi kepala desa jangan sampai korupsi," katanya dalam membawa lakon.
Sebelum penampilan dari Ki Carito, Bupati Tegal Umi Azizah yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan, M. Nur Ma'mun mengapresiasi acara Cempaka Suro Festival.
Pasalnya, acara yang diadakan oleh Pemerintah Desa Cempaka itu suksea menghibur masyarakat.
Menurutnya, selain mampu memperkuat citra Cempaka sebagai desa wisata, penyelenggaraan festival ini juga dapat dimaknai sebagai bagian dari merawat, mengingat kebersamaan, dan kegotongroyongan.
"Selain terhibur, kita pun bisa memaknai esensi pelestarian budaya masyarakat Desa Cempaka, masyarakat Bumijawa dan Kabupaten Tegal pada umumnya yang dikenal kaya akan tradisi, adat istiadat dan kesenian tradisionalnya," ungkap Ma'mun.
Ma'mun berharap, melalui festival ini mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak muda terhadap budaya Tegal.
"Sejalan dengan peringatan satu suro yang dimaknai sebagai kesempatan untuk merefleksi dan mengevaluasi diri demi menyongsong masa depan lebih baik," jelasnya. (Tribunjateng/gum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dalang-ki-cerito-menutup-serangkaian-a.jpg)