Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemindahan Kuburan Mojo Solo, Baru 10 Ahli Waris yang Datang Konfirmasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah memulai proses pemindahan Kuburan Mojo,‎ sejak 23 Oktober 2019 kemarin

Penulis: yayan isro roziki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Yayan Isro Roziki
Pekerja membongkar Kuburan Mojo, Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - ‎ Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah memulai proses pemindahan Kuburan Mojo,‎ sejak 23 Oktober 2019.

Hingga kini sepekan pasca dimulainya proses pemindahan, baru sekitar 10-an ahli waris dari jenazah yang dimakamkan di sana, yang sudah konfirmasi ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Solo.

"Baru 10-an ahli waris yang sudah konfirmasi ke kami. Bagi ahli waris yang konfirmasi, kami fasilitasi pemindahan makam sesuai permintaan, kapan bisanya dan di mana mau dipindahkan, asal itu masih‎ di makam-makam milik Pemkot," ujar Plt Kepala Disperkim Kota Solo, Lilik

Menurutnya, ahli waris diberi kesempatan untuk konfirmasi hingga akhir Nomber mendatang.

Bila hingga batas waktu yang ditentukan tak ada ahli waris yang melakukan konfirmasi, maka kuburan yang ada akan langsung dipindahkan ke makam-makam yang dimiliki Pemkot Solo.

"Tapi, tetap kami beri identitas masing-masing per makam, agar nanti memudahkan ketika ada ahli waris yang mencari. Jadi tak dikuburkan secara massal, tetap satu per satu," ucapnya.

Dituturkan, dari 10-an ahli waris yang telah konfirmasi, rata-rata membawa kerangka keluarganya itu ke Delingan. ‎

Bisa jadi, diakuinya, kerangka-kerangka itu kemudian dikremasi, untuk kemudian abunya dibawa ke kota tempat ahli waris sekarang bermukim.

"Bisa jadi dikremasi. Tapi, kalau dikremasi biayanya tidak kami tanggung," ujarnya.

‎Disebutkan, di Kuburan Mojo bagian timur, terdapat 191 makam etnis Tionghoa. Dari sejumlah itu, hingga saat ini sudah terdapat 50-an makam yang sudah selesai dibongkar, guna proses pemindahan.

Disinggung mengenai penggunaan lahan bekas pemakaman dengan luas sekitar satu hektare itu, Lilik belum dapat memastikan.

Memang, diakui, rencana awalnya lahan itu untuk lokasi pembangunan sebuah rumah sakit.

"Rencananya memang seperti itu. Bila ada perubahan, kami belum bisa memastikan.

Bila tidak untuk rumah sakit, kan nanti bisa untuk fasilitas umum (fasum) yang berkait dengan kesehatan, kan begitu juga bisa," ucapnya.

Pembongkaran makam dilakukan oleh kontraktor pelaksana CV Sumber Agung. Perwakilan kontraktor, Angga Yosirawas, mengatakan berdasar kontrak senilai Rp350-an juta itu, terdapat 191 makam yang akan dipindahkan. Pelaksanaan pemindahan selama sekitar tiga bulan, terhitung mulai 23 Oktober 2019 - 23 Desember 2019‎.

"Sehari-hari rata-rata melibatkan 18 pekerja. Satu makam minimal dibongkar oleh dua orang pekerja," ujar dia.

Disinggung apakah ada benda-benda berharga yang ditemukan sewaktu pembongkaran makam, Angga menampiknya.

Menurut dia, yang pernah ditemukan ‎hanya berupa boneka, baju-baju, dan lainnya. (yan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved