Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Nilai Tukar Petani Jateng Naik 0,71 Persen Bulan Oktober 2021

Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah sebesar 101,67 persen pada bulan Oktober 2021.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Tangkap layar- press conference BPS Jawa Tengah secara virtual, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah sebesar 101,67 persen pada bulan Oktober 2021.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jateng tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 100,95.

"Kenaikan ini telah mencapai juga di atas angka 100, yaitu menjadi 101,67. Ini menunjukkan bahwa harga-harga produk pertanian lebih baik dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan mereka dan lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada tahun dasar yaitu tahun 2018," jelas Sentot Bangun Widoyono, Plt Kepala BPS Provinsi Jateng secara virtual, Senin (1/11/2021).

Sentot melanjutkan, Kenaikan NTP bulan Oktober 2021 utamanya didorong oleh kenaikan NTP pada kelompok tanaman pangan sebesar 1,04 persen, holtikultura 0,57 persen, dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,36 persen.

Disebutkan, kenaikan NTP disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,98 persen lebih cepat dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,27 persen.

Sementara, dikatakan subsektor mengalami penurunan yaitu peternakan sebesar -0,47 persen dan perikanan 0,49 persen.

"Kenaikan-kenaikan yang terjadi pada tiga subsektor utama terutama disebabkan percepatan kenaikan indeks yang diterima petani itu lebih cepat dibandingkan dengan yang dibayar oleh petani baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan barang berproduksi di sektor pertanian. 

Sementara untuk kelompok komoditas produksi peternakan sebagaimana menyebabkan deflasi, maka komoditas perikanan baik nelayan maupun pembudidaya ikan mengalami penurunan," terangnya.

Meski demikian, ia menambahkan,  dilihat dari data sepanjang tahun 2021, NTP di Jateng masih berada di bawah capaian tahun 2020.

"Ini tentunya menjadi perhatian para pengambil kebijakan, terutama terkait pertanian," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved