Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Stikes Telogorejo Semarang

Mengenal Gambaran Nyeri Kontraksi Saat Persalinan

RASA SAKIT pada saat yang dialami Wanita saat akan melahirkan kontraksi itu berbeda dengan rasa sakit yang lain. Karena rasa yang ditimbulkan akibat

Editor: m nur huda
Istimewa/Stikes Telogorejo
Ilustrasi Ibu hamil merasakan nyeri kontraksi saat persalinan 

Oleh : Mudy Oktiningrum, S.SiT., M.Keb, (Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang)
 
RASA SAKIT pada saat yang dialami Wanita saat akan melahirkan kontraksi itu berbeda dengan rasa sakit yang lain.

Karena rasa yang ditimbulkan akibat kontraksi Rahim adalah cara tubuh berkomunikasi kepada otak untuk membeitahu bahwa ada sutau proses sedang terjadi di dalam tubuh dan mungkin setiap melahirkan dan bayinya siap untuk dilahirkan.

Itu semua rasa yang sangat bisa untuk di Kelola. Bagaimana si Ibu berespon terhadap rasa nyeri saat kontraksi ini akan sangat bergantung pada :

1. Kepribadian  
2. Kondisi lingkungan
3. Social ekonomi dan budaya
4. Rasa takut dan kesecemasan
5. Trauma/pengalaman sebelumnya
6. Kondisi emosional ibu saat itu
7. Ambang nyeri
8. Persiapan fisik dan mental
9. Dukungan
10. Posisi janin dan ibu
11. Perhatian

Faktor yang memengaruhi respon dan rasa nyeri saat kontraksi dalam persalinan

1. KEPRIBADIAN

Bagaimana kepribadian seseorang akan memengaruhi persepsi mereka terhadap rasa nyeri. Inilah yang menyebabkan rasa nyeri menjadi sangat Individual dan menjadi sesorang Bidan, harus mengenal kepribadian pasiennya sehingga tahu apa yang harus dilakukan saat memberikan asuhan untuk mengurangi ketidaknyamanan saat persalinan.
 
2. KONDISI LINGKUNGAN

Kondisi lingkungan yang dibutuhkan ibu bersalin adalah kondisi yang mendukung produksi hormon oxytosin yang dapat dipengaruhi oleh rasa :
* Tenang
* Hangat
* Nuansa dan pencahayaan remang-remang
* Bau aromatherapy/ bau yang disukai ibu
* Suasana yang ramah dan penuh cinta

Namun kondisi lingkungan terasa MENGINTIMIDASI maka persepsi terhadap rasa nyeri bisa meningkat.


3. SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA

Tingkat ekonomi dan budaya sangat memengaruhi persepsi seseorang terhadap rasa nyeri itu sendiri. Hal yang membuat unik adalah sebuah studi menyatakan bahwa ibu dengan Tingkat social ekonomi yang tinggi justru lebih tidak tahan akan rasa sakit di banding dengan ibu-ibu yang Tingkat social ekonominya rendah.

4. RASA TAKUT DAN KECEMASAN

Inilah kenapa proses persalinan harus BEBAS TAKUT
 
5. TRAUMA/PENGALAMAN SEBELUMNYA

Ketika proses ini menjadi proses yang traumatic, maka akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap rasa nyeri itu sendiri. Proses kehamilan persalinan dan menyusui adalah proses yang sangat melibatkan factor emosi seseorang. Itulah kenapa proses ini tidak akan terlupakan.
 
6. KONDISI EMOSIONAL IBU SAAT ITU

Kondisi emosional ibu saat dalam proses persalinan sangat memengaruhi persepsi dan level nyeri yang dirasakan. Ibu yang berada dalam konsisi emosi negative (takut, panik, cemas dll) maka ketegangan dan rasa nyeri akan meningkat. Ibu dalam kondisi emosi positif (tenang, rileks, senang dll) cenderung bisa mengelola rasa nyeri yang dirasakan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved