Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Harga Jagung di Blora Anjlok, DP4 Blora Jelaskan Penyebabnya 

Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, buka suara terkait anjloknya harga jagung di Blora

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Iqbal Shukri
Petani jagung asal Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Temok, saat panen jagung di lahannya, Rabu (4/9/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, buka suara terkait anjloknya harga jagung di Blora.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Peternakan, DP4 Blora, Rosalia Diah Erawati, anjloknya harga jagung disebabkan karena pasokan yang melimpah.

"Harga jagung anjlok ini karena pasokan jagung melimpah dari daerah penghasil jagung. Saat ini yang sedang panen raya, di Blora itu, di Kecamatan Jati, sebagian ada di Randublatung, dan hampir merata ya di setiap kecamatan, seperti di Blora Utara di spot-spot wilayah juga sedang panen jagung," jelasnya, kepada Tribunjateng, Jumat (6/9/2024).

Selain karena panen raya, perempuan yang akrab disapa Era itu mengatakan dari sisi sektor peternakan unggas seperti ayam ada pembatasan.

"Dari produsen ternak ayam itu kan produksi DOC itu dibatasi, jadi serapan jagung untuk pakan pun turun. Sehingga stok jagung menjadi melimpah," terangnya.

Lebih lanjut, Era menyampaikan dengan kondisi anjloknya harga jagung ini meminta petani untuk menunggu harga naik lagi.

"Karena mekanisme pasar itu, kalau pengendalian secara langsung juga susah ya, karena itu terkait hukum ekonomi  supply and demand. Permintaan jagung turun karena untuk ayam broiler kita sudah over supply, ayam di kita sudah kebanyakan, sehingga ada pembatasan DOC," terangnya.

Pihaknya mengimbau, petani untuk menjual jagung dalam kondisi kering. Tujuannya agar bisa dongkrak harga jual.

"Saya imbau petani untuk menjual jagung kering, satu hari dua hari dikeringkan dulu itu lebih baik, supaya harganya naik," paparnya.(Iqs)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved