Berita Blora
Harga Jagung di Blora Anjlok, DP4 Blora Jelaskan Penyebabnya
Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, buka suara terkait anjloknya harga jagung di Blora
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, buka suara terkait anjloknya harga jagung di Blora.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Peternakan, DP4 Blora, Rosalia Diah Erawati, anjloknya harga jagung disebabkan karena pasokan yang melimpah.
"Harga jagung anjlok ini karena pasokan jagung melimpah dari daerah penghasil jagung. Saat ini yang sedang panen raya, di Blora itu, di Kecamatan Jati, sebagian ada di Randublatung, dan hampir merata ya di setiap kecamatan, seperti di Blora Utara di spot-spot wilayah juga sedang panen jagung," jelasnya, kepada Tribunjateng, Jumat (6/9/2024).
Selain karena panen raya, perempuan yang akrab disapa Era itu mengatakan dari sisi sektor peternakan unggas seperti ayam ada pembatasan.
"Dari produsen ternak ayam itu kan produksi DOC itu dibatasi, jadi serapan jagung untuk pakan pun turun. Sehingga stok jagung menjadi melimpah," terangnya.
Lebih lanjut, Era menyampaikan dengan kondisi anjloknya harga jagung ini meminta petani untuk menunggu harga naik lagi.
"Karena mekanisme pasar itu, kalau pengendalian secara langsung juga susah ya, karena itu terkait hukum ekonomi supply and demand. Permintaan jagung turun karena untuk ayam broiler kita sudah over supply, ayam di kita sudah kebanyakan, sehingga ada pembatasan DOC," terangnya.
Pihaknya mengimbau, petani untuk menjual jagung dalam kondisi kering. Tujuannya agar bisa dongkrak harga jual.
"Saya imbau petani untuk menjual jagung kering, satu hari dua hari dikeringkan dulu itu lebih baik, supaya harganya naik," paparnya.(Iqs)
| Bupati Arief Dorong Alumni IPDN di Blora Jadi Inspirator dan Penggerak Pelayanan Publik |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kebakaran Terjadi saat Pindahkan BBM di Dapur, Warga Blora Alami Luka Bakar |
|
|---|
| Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkab Blora Kini Hanya Mampu Tangani 17 RTLH dari APBD |
|
|---|
| Pendapatan Sektor Parkir Blora yang Dikelola Dinrumkimhub Capai Rp300 Juta Triwulan Pertama 2026 |
|
|---|
| Ngamuk Minta Karaoke Gratis dan Bawa Nama Prabowo, Sunoto Kini Dipecat dari GRIB Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petani-jagung-asal-Desa-Sukorejo-Kecamatan-Tunjungan-Kabupaten-Blora.jpg)