Waspada! Banjir Rob Ancam Pantura Jawa Tengah Malam Ini
Pantura Jawa Tengah diprediksi dilanda banjir rob akibat pasang air laut tinggi. Masyarakat pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah diperkirakan akan mengalami banjir pesisir (rob) pada Kamis (2/1/2025) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya aktivitas pasang air laut yang memengaruhi kawasan pesisir.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Sediyanto, menjelaskan bahwa dinamika pasang air laut yang meningkat menjadi penyebab utama banjir rob.
"Fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir pesisir, terutama di kawasan Pantura," ungkap Sediyanto.
Banjir pesisir ini diprediksi akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk:
- Aktivitas di pelabuhan, seperti bongkar muat barang.
- Perikanan darat dan petani garam.
- Infrastruktur di kawasan pesisir.
Sediyanto menambahkan bahwa masyarakat pesisir, terutama yang tinggal di kawasan rawan rob, diminta untuk siaga.
"Waspada terhadap potensi pasang maksimum yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari," tegasnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, warga diimbau untuk melindungi barang-barang berharga, memastikan jalur evakuasi, dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
Fenomena banjir rob ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu bersiap menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu kehidupan di kawasan pesisir.
| Fenomena Cuaca April 2026: Suhu Laut Hangat Picu Hujan di Tengah Transisi Kemarau Jawa Tengah |
|
|---|
| "Saya di Belakangnya Persis" Cerita Rama Detik-detik Pemotor Terjatuh Sebelum Laka Maut di Ngaliyan |
|
|---|
| Plt Bupati Chandra Soroti "Blank Spot" SMA di Pati: Jadi Penyebab Putus Sekolah |
|
|---|
| The Tales of Karangbolong Kebumen Hibur Penonton di TMII |
|
|---|
| BREAKING NEWS Hujan Lebat Picu Pohon Tumbang di Wonosobo, Arus Lalu Lintas Lumpuh 1 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/banjir-rob-Sriwulan.jpg)