Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Hewan di Blora Ditutup Sementara untuk Cegah Penyebaran PMK

Pasar Pon Blora dan Pasar Pahing Randublatung ditutup sementara untuk mencegah lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Blora.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Daniel Ari Purnomo
Iqbal
Banner penutupan sementara Pasar Pon Blora sudah terpasang. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dua pasar hewan di Blora resmi ditutup sementara, yakni Pasar Pon Blora dan Pasar Pahing Randublatung.

Penutupan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari mewabahnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Blora.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan penutupan pasar hewan hanya bersifat sementara untuk mencegah lonjakan kasus PMK.

"Penutupan ini hanya sementara, bukan permanen, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus PMK," ujar Arief, Senin (13/1/2025).

Ia menjelaskan, rata-rata sapi yang terpapar PMK berasal dari transaksi jual beli di pasar hewan, khususnya sapi dari luar daerah.

"Hewan yang terkena PMK sebagian besar berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, pasar hewan perlu disterilkan terlebih dahulu," terangnya.

Menurut Arief, jika grafik kasus PMK menurun, pasar hewan akan dibuka kembali setelah evaluasi.

"Kami akan mengevaluasi, semoga kasus PMK di Blora segera turun," paparnya.

Sebelumnya, Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora mencatat 654 ekor sapi terpapar PMK sejak November 2024 hingga 12 Januari 2025.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), DP4 Blora, Endah Trisusanti, melaporkan bahwa dari total sapi yang terpapar, 46 ekor mati dan 467 ekor dinyatakan sembuh.

Endah menyatakan DP4 Blora telah melakukan vaksinasi PMK ke sapi-sapi sehat di desa-desa sebagai langkah pencegahan.

"Vaksinasi ini bertujuan untuk menambah imunitas ternak sehingga dapat mencegah serangan PMK," ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengisolasi sapi baru sebelum dicampur dengan ternak lainnya.

"Sapi baru harus diisolasi selama 14 hari untuk memastikan tidak ada gejala PMK," jelas Endah.

PMK diketahui telah menyebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk Blora yang berada di perbatasan, sehingga langkah antisipasi sangat penting dilakukan.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved