Berita Batang
Lubang Jalan Nasional di Batang Ditarget Rampung 25 Januari, Ruas Kota Akan Dirigid
Pemerintah Kabupaten Batang memastikan penanganan kerusakan jalan nasional di wilayah Batang terus dikebut
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan penanganan kerusakan jalan nasional di wilayah Batang terus dikebut.
Seluruh lubang jalan ditargetkan tertutup sebelum 25 Januari 2026 demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Batang, Endro Suryono, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), khususnya dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2.
“Untuk jalan nasional, kami sudah intens berkomunikasi dan teman-teman juga sudah koordinasi langsung dengan PPK 1.2. Harapannya, insyaallah tanggal 25 Januari semua lubang sudah tertutup dan aman untuk pengendara,” kata Endro kepada Tribunjateng, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Muara Dangkal, Perahu Tertahan: Harapan Nelayan Batang Kembali Mengalir Usai Sungai Sambong Dikeruk
Tak hanya penambalan lubang, Endro mengungkapkan bahwa pemerintah pusat juga telah menyiapkan proyek peningkatan kualitas jalan nasional di kawasan perkotaan Batang dengan metode rigid pavement.
Proyek rigid tersebut akan mencakup sepanjang 14 kilometer, dengan total anggaran mencapai Rp202 miliar, dan akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga Maret 2027.
Namun, untuk penanganan jangka pendek menjelang arus mudik Lebaran, akan dilakukan pengerjaan prioritas sepanjang 700 meter, yakni dari Kodim Batang hingga Jalan RE Martadinata.
“Mulai 25 Januari ini dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran. Lebaran kan tanggal 19, jadi sebelum itu ruas dari Kodim sampai RE Martadinata sepanjang 700 meter sudah dirigid,” jelasnya.
Selain jalan, persoalan drainase dan irigasi juga menjadi perhatian.
Endro menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan instansi terkait, namun untuk lokasi tertentu belum diperlukan penanganan tambahan karena saluran sudah tersedia.
“Untuk irigasi, sudah ada U-ditch dan box culvert. Setelah peninggian jalan, harapannya air bisa langsung masuk ke saluran dan mengalir ke Sungai Gendingan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk wilayah Tulis, penanganan jalan nasional saat ini masih bersifat sementara berupa patching atau penambalan.
Meski demikian, rencana perbaikan drainase juga telah dikomunikasikan, mengingat kondisi geografis wilayah Tulis yang berada di area cekungan.
“Di Tulis sementara ini patching-patching dulu. Untuk drainase sudah kita komunikasikan karena posisi wilayahnya memang cekung,” jelasnya.
Endro menegaskan, fokus utama penanganan jalan nasional saat ini berada di kawasan perkotaan Batang, mengingat ruas tersebut paling padat dilalui masyarakat.
“Jalan nasional itu sebenarnya banyak di sepanjang wilayah Batang, tapi yang jadi prioritas kami adalah yang paling sering dilalui masyarakat, terutama di kota. Target kami, hari Rabu semua lubang sudah tertutup dan setelah tanggal 25 kondisi jalan sudah aman,” tutupnya. (Ito)
| Prihatin Kasus Kekerasan Anak dan Pekerja Anak, Ketua TP PKK Batang Desak Pengawasan Ketat Daycare |
|
|---|
| Liburan ke Surabaya Berujung Duka, Pria Asal Bekasi Meninggal Saat Transit di Penginapan Batang |
|
|---|
| Batang Kian Dilirik Investor Asing, PMA Rp 3,67 T Dongkrak Posisi Jadi Primadona Investasi Jateng |
|
|---|
| Disdikbud Batang Tegaskan Korban Kekerasan Seksual Berhak Sekolah, Tolak Praktik Pengeluaran Siswa |
|
|---|
| Tragedi Diva Maelisa Jadi Alarm Sosial, Wabup Batang Soroti Remaja Merantau di Usia Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260120_BATANG1.jpg)