Berita Batang
Pangan Murah di Batang Diserbu, Warga Hingga Rela Antre Demi Hemat Belanja Ramadan
Puluhan warga tampak mengantre sejak pagi di sepanjang Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Jumat (6/3/2026)
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan warga tampak mengantre sejak pagi di sepanjang Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Jumat (6/3/2026).
Mereka datang bukan untuk sekadar berjalan-jalan, melainkan berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang.
Bagi sebagian warga, selisih harga beberapa ribu rupiah menjadi sangat berarti, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri ketika harga bahan pangan biasanya merangkak naik.
Satu di antara warga Batang, Siti (42), mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan bahan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau.
“Lumayan sekali selisihnya. Telur di pasar bisa Rp31 ribu per kilo, di sini cuma Rp25 ribu. Kalau beli banyak bisa hemat cukup besar,” kata Siti kepada Tribunjateng, Jumat (6/3/2026).
Dia mengatakan, menjelang Ramadan kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
Karena itu, pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat untuk menekan pengeluaran.
“Kalau bisa sering-sering diadakan, karena sangat membantu warga,” ucapnya.
Gerakan Pangan Murah tersebut digelar serentak bersama 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih mengatakan, program ini memang difokuskan untuk membantu masyarakat menjelang Lebaran.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Lebaran di mana harga barang biasanya meningkat,” kata Sri.
Ia juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual lebih murah dibanding harga pasar.
Telur dijual Rp25 ribu per kilogram dari harga pasar sekitar Rp31 ribu.
Cabai merah besar dijual Rp18 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp62 ribu, serta cabai rawit keriting Rp25 ribu per kilogram.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaperta Batang, Sumiyati menjelaskan, berbagai komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP sebanyak 1 ton, beras medium dari gapoktan 1,5 ton, minyak goreng 600 liter, gula pasir 300 kilogram, telur 350 kilogram, bawang merah 100 kilogram, serta cabai 100 kilogram.
Menurutnya, selisih harga antara pasar umum dengan harga di GPM berkisar antara Rp3 ribu hingga Rp10 ribu, terutama pada komoditas cabai.
“Menjelang Idulfitri, kegiatan GPM masih akan dilaksanakan satu kali lagi, yang direncanakan pada Jumat 13 Maret 2026 di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Batang,” ucap Sumi.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan hingga Idulfitri. (Ito)
| Kasus Kekerasan Seksual Anak di Batang Meningkat, Banyak Berawal dari Medsos dan Dating Apps |
|
|---|
| Wabup Batang Titip Pesan Kekompakan untuk Jemaah Haji, Saling Jaga Selama di Tanah Suci |
|
|---|
| Pikap Tiba-tiba Hilang Kendali di Jalur Menikung Pantura Batang, Terbalik usai Tabrak Median |
|
|---|
| Pemkab Batang Tunggu Regulasi, Pengisian Perangkat Desa Diingatkan Bebas Titipan |
|
|---|
| Suara Bergetar Ayah di Batang yang Anaknya Diduga Dicabuli Tetangga: Pelaku Langsung Masuk Kamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260305_BATANG4.jpg)