Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Bupati Faiz Buka Suara, Batang Tak Beli Mobil Listrik Justru Kejar Pendapatan dari SPKLU

Pemerintah Kabupaten Batang membuka peluang pemasukan baru dari sektor kendaraan listrik tanpa harus membeli armada baru. 

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
MOBIL LISTRIK - Bupati Batang, M Faiz Kurniawan saat ditemui di Penodo Kabupaten Batang, untuk menyampakaikan mobil listrik, Senin (11/5/2026). Pemerintah Kabupaten Batang membuka peluang pemasukan baru dari sektor kendaraan listrik tanpa harus membeli armada baru. TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang membuka peluang pemasukan baru dari sektor kendaraan listrik tanpa harus membeli armada baru. 


Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menegaskan, hingga saat ini tidak ada rencana pengadaan mobil listrik untuk kendaraan dinas Pemkab Batang.


Pernyataan itu disampaikan Faiz untuk menjawab polemik yang berkembang di media sosial terkait uji coba kendaraan listrik di lingkungan pemerintah daerah. 


Dia memastikan kendaraan dinas yang digunakan saat ini masih menggunakan armada lama.


“Tidak ada beli mobil listrik, masih pakai mobil yang lama,” kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Senin (11/5/2026). 

Baca juga: Pria Karangpucung Purwokerto Naik Atap Bawa Sajam, Diduga Ingin Akhiri Hidup Enggan Ditinggal Istri


Menurut Faiz, langkah yang sedang dijajaki pemerintah daerah justru berfokus pada pemanfaatan aset daerah melalui penyewaan lahan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).


Ia menyebut, skema tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah tanpa membebani APBD.


“Hanya tanah Pemda disewa untuk charging station. Jadi justru ada pendapatan untuk Pemda,” ungkapnya. 


Faiz menjelaskan, kerja sama pemanfaatan lahan itu nantinya tetap mengikuti aturan resmi, termasuk penilaian harga sewa berdasarkan appraisal dan mekanisme dari KPKNL.


Dengan begitu, aset daerah dapat dimanfaatkan secara produktif dan tetap memiliki nilai ekonomis.


Selain itu, ia menilai uji coba kendaraan listrik merupakan hal yang wajar dilakukan pemerintah sebelum menentukan langkah kebijakan ke depan. 


Menurutnya, mencoba teknologi baru tidak otomatis berarti melakukan pembelian.


“Coba - coba kan tidak berarti beli. Ke mall coba sepatu belum tentu beli sepatu,” ucapnya.


Di sisi lain, diskusi publik terkait kendaraan listrik di Batang masih ramai diperbincangkan. 


Sebagian masyarakat menilai pemerintah sebaiknya lebih memprioritaskan kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan dan penerangan umum dibanding pengembangan kendaraan listrik.


Namun, Pemkab Batang menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini bukan pengadaan kendaraan, melainkan penjajakan peluang investasi dan pemanfaatan aset daerah agar dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan pemerintah daerah. (Ito) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved