Berita Batang
Pasca Kasus Defano, Kecamatan Gringsing Perkuat Pengawasan dan Penanganan Stunting
Pemerintah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, memperkuat pengawasan dan penanganan kasus stunting setelah munculnya
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, memperkuat pengawasan dan penanganan kasus stunting setelah munculnya perhatian publik terhadap kondisi balita bernama Defano.
Evaluasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa, puskesmas, hingga berbagai pemangku kepentingan di wilayah kecamatan.
Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan mengatakan, kasus yang terjadi sebelumnya menjadi bahan evaluasi bersama agar penanganan stunting di wilayahnya bisa lebih optimal.
Menurutnya, terdapat miskomunikasi dalam penanganan awal karena kurangnya keterlibatan aktif dari orang tua terhadap program pemerintah yang telah disediakan.
“Alhamdulillah kemarin memang ada sedikit miskomunikasi. Terkadang orang tua tidak proaktif dengan adanya program dari desa maupun pemerintah,” kata Camat Gringsing kepada Tribunjateng, Kamis (28/5/2026).
Dia menjelaskan, saat ini pemerintah kecamatan telah berkolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah desa untuk terus memantau perkembangan kondisi Defano.
Dari hasil pemantauan sementara, kondisi balita tersebut disebut mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Baca juga: Sosok Agus Kepala Desa Bantah Mobil dan Motor Dinas Dipakai Anak ke Sekolah: Cuma Sekali
“Sekarang tindak lanjutnya kami dari pemerintah kecamatan berkolaborasi dengan puskesmas dan desa terus memantau perkembangan Adik Defano. Alhamdulillah kondisinya sudah agak membaik,” ungkapnya.
Ridho menegaskan, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan pola asuh yang baik serta peran aktif orang tua dalam mendukung kesehatan anak.
Ia berharap masyarakat dapat lebih terbuka dan memanfaatkan berbagai fasilitas maupun program perlindungan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Selain itu, Ridho memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gringsing saat ini sudah mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak.
“Sudah ter-cover. Kami sudah berkoordinasi dengan SVBK yang ada di Gringsing dan alhamdulillah semuanya bisa berjalan,” jelasnya.
Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Gringsing juga akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan memperluas jaringan informasi serta meningkatkan keterlibatan seluruh stakeholder di tingkat desa maupun kecamatan.
“Ini menjadi pengalaman dan evaluasi bagi kami. Keterlibatan seluruh stakeholder sangat penting agar pengawasan dan penanganan stunting bisa lebih maksimal,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan dalam berita Tribunjateng yang sudah tayang, seorang balita laki-laki berusia 2 tahun 5 bulan asal Dukuh Rejosari, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang setelah mengalami gizi buruk ekstrem dan stunting berat akibat diduga lama tidak mendapatkan asupan nutrisi serta pemantauan kesehatan yang memadai.
Kondisi balita yang tinggal bersama neneknya di rumah tak layak huni itu terungkap setelah berat badannya hanya mencapai 6,2 kilogram dan kemampuan motoriknya menurun drastis.
Kondisinya sangat memprihatinkan, tubuh tampak lemah, pucat, dan kemampuan motoriknya mengalami penurunan akibat kekurangan nutrisi kronis yang berlangsung cukup lama. (Ito)
| Jalur Alternatif Dieng via Bawang Ramai Dilintasi Wisatawan, Polisi Imbau Pengendara Waspada |
|
|---|
| Di Hadapan Warga, Syafana Taklukkan Gugup dalam Tradisi Khataman Malam Iduladha di Sangubanyu Batang |
|
|---|
| Dispaperta Batang Temukan Cacing Hati Saat Iduladha, Warga Diminta Jangan Panik |
|
|---|
| SPMB SD Online Perdana di Batang, Orang Tua Tak Perlu Lagi Antre di Sekolah |
|
|---|
| 11 Ribu Batang Rokok Ilegal Disembunyikan di Kamar Tidur Berhasil Disita Tim Gabungan di Batang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260528_Ridho-Budhi-Kurniawan.jpg)