Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Sempat Hilang di Kudus, Beras SPHP Kini Kembali Muncul di Pasaran

Beras program Stabilisasi Program Harga Pangan (SPHP) yang sempat menghilang di pasaran kini kembali bisa dijumpai.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rifqi Gozali
BERAS SPHP - Seorang pedagang beras di Pasar Bitingan Kudus Jumianti tengah mengecek tumpukan beras SPHP jualannya, Kamis (28/8/2025). Beras SPHP yang beberapa bulan tidak ada di pasaran, kini para pedagang mulai mendapat stok SPHP sejak pekan lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Beras program Stabilisasi Program Harga Pangan (SPHP) yang sempat menghilang di pasaran kini kembali bisa dijumpai.

Sejak pekan lalu, para pedagang beras di Pasar Bitingan kembali mendapatkan stok beras SPHP.

“Kamis kemarin dan Selasa mulai ada kiriman beras SPHP. Jadi ini sudah lancar,” ujar salah seorang pedagang beras di Pasar Bitingan, Jumianti, saat ditemui di kiosnya, Kamis (28/8/2025).

Harga beras SPHP di Pasar Bitingan rata-rata Rp 60.000 per kemasan lima kilogram.

Harga tersebut lebih murah dibanding dengan beras medium lainnya. Sebab, saat ini harga beras medium di Pasar Bitingan tembus sampai Rp 14.000 per kilogram.

Untuk harga beras curah kualitas medium ini semula sempat tembus Rp 14.500 per kilogram.

Sejak sepekan terakhir harga beras medium di Pasar Bitingan mulai turun dan saat ini menjadi Rp 14.000 per kilogram.

“Untuk beras sendiri stoknya masih aman ya.

Tidak ada kelangkaan,” kata Manti sapaan akrab Jumianti.

Untuk memenuhi mencukupi stok beras jualan, Manti, acap mengambil langsung dari selep atau tempat penggilingan padi secara langsung.

Dari situ dia bisa mengambil untuk lebih banyak.

“Kalau saya biasanya ambil dari selep yang ada di Kudus atau di Demak,” kata Manti.

Kemudian pedagang lainnya Syafaah mengatakan, beras SPHP di Pasar Bitingan untuk eceran per kilogram rata-rata di harga Rp 12.000 sampai Rp 13.000.

Sedangkan kalau dia menjual per kemasan lima kilogram seharga Rp 60.000.

“Beras SPHP itu lama sekali tidak ada di pasaran.

Sekitar lima bulan.

Baru Kamis kemarin ada kiriman lagi beras SPHP,” katanya.

Meski demikian, kata Syafaah, lebih banyak warga memilih beras curah medium meskipun harganya di atas SPHP.

Keputusan memilih beras curah medium seharga Rp 14.000 per kilogram karena  sudah terlanjur terbiasa.

“Karena untuk beras curah medium ini rasanya enak dan manis.

Begitu juga bagi para penjual makanan di warung, juga lebih memilih beras ini,” kata Syafaah.

Salah seorang warga, Roni Cahyono, mengaku lebih memilih beras medium karena sudah telanjur terbiasa.

Dan secara kualitas menurutnya juga tidak terlalu buruk. Lelaki yang sehari-hari berjualan di warung ini juga memilih beras curah kualitas medium untuk dijual di warungnya.

Untuk harga, kata Roni, ini terbilang stabil setelah sebelumnya sempat naik.

Stabil di sini yang dimaksud yaitu stabil tinggi, karena sebelumnya beras medium berada di kisaran harga Rp 12.500 sampai Rp 13.000 dan kini ajek di angka Rp 14.000.

“Kalau sudah naik (harga beras) biasanya susah turun.

Kalaupun turun sedikit,” ucapnya.

Kemudian untuk harga beras curah di Pasar Bitingan yang memiliki kualitas di atas beras curah kualitas medium, harganya bervariasi. 

Warga Kudus biasanya menyebutnya sebagai beras wangi.

Untuk harga beras ini berada di kisaran Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kilogramnya.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved