Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Konsumsi BBM Gasoline Saat Idulfitri di Muria Raya Diprediksi Melonjak 18 Persen

Konsumsi BBM jenis gasoline atau bensin di Muria Raya selama momentum Idulfitri diproyeksikan akan mengalami lonjakan sebanyak 18 persen

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin di Muria Raya selama momentum Idulfitri tahun ini diproyeksikan akan mengalami lonjakan sebanyak 18 persen.

Konsumsi BBM jenis gasoline yang semual 1.798 kiloliter per hari diprediksi akan naik menjadi 2.127 kiloliter per hari.

Mengingat adanya lonjakan konsumsi, Pertamina melakukan penambahan stok selama Ramadan dan Idulfitri. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan, peningkatan stok BBM tersebut dari 15 persen sampai 20 persen yang dipasok dari Terminal BBM Pengapon maupun Boyolali.

Dengan adanya lonjakan konsumsi dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga menyiapkan beberapa skenario pelayanan ekstra misalnya adanya motoris yang siap untuk menyuplai BBM bagi kendaraan yang kehabisan BBM saat terjebak macet di wilayah Muria Raya. Konsumen hanya tinggal menghubungi 135. Di wilayah Muria Raya sudah disiapkan sebanyak 94 unit motoris.

“Kamudian ada SPBU siaga  di jalur nontol ada 40 SPBU yang buka 24 jam. Kami minta buka 24 jam untuk memfasilitasi para pemudik. Kemudian ada mobile storage atau kantong BBM yang dia berfungsi memangkas jarak suplai dan waktu tempuh itu ada 3 unit di saluruh Muria Raya untuk antisipasi titik rawan longsor, rawan kemacetan yang mengakibatkan BBM tidak sampai tepat waktu. Kami antisipasi dengan nongkrongin mobil tangki yang remot nanti dia akan mengantarkan BBM ke SPBU di sakitarnya,” kata Taufiq.

Untuk memastikan seluruh pelayanan tersebut berjalan normal, pihaknya juga menyiapkan satuan tugas khusus sejak 9 Maret sampai H+15 lebaran. “Dengan kami monitor khusus harapannya tidak ada gangguan pasokan BBM maupun elpiji,” kata Taufiq

Berbeda dengan gasoline, untuk konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diprediksi mengalami penurunan 6 persen. Dari yang semula konsumsi per hari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari. Taufiq Kurniawan mengatakan, penurunan konsumsi gasoil karena biasanya terdapat pembatasan untuk melintas bagi truk dengan roda lebih dari enam saat menjelang lebaran. Larangan tersebut biasanya diperuntukkan bagi truk pengangkut selain logistik dan BBM.

Dengan adanya peningkatan aktivitas selama Ramadan dan Idulfitri, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mengisi penuh BBM sebelum memulai perjalanan. Hal ini untuk memangkas antrean yang ada di SPBU. Pihaknya juga menyiapkan petugas yang siap untuk mengatur antrean agar tertib selama di SPBU.

“Kami juga imbau untuk membayar dengan nontunai di SPBU supaya memangkas antrean,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved