Berita Pati
6 Anak di Pati Positif Campak, Terbanyak di Kecamatan Tayu
Data Dinkes Kabupaten Pati, empat kasus terjadi di Kecamatan Tayu, sedangkan masing-masing satu kasus di Kecamatan Tamkakromo dan Sukolilo.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Enam anak di bawah usia 10 tahun di Kabupaten Pati positif terserang penyakit campak.
Dari data Dinkes Kabupaten Pati, empat kasus terjadi di Kecamatan Tayu. Sedangkan masing-masing satu kasus di Kecamatan Tamkakromo dan Sukolilo.
Sesuai penelusuran petugas, mereka yang terserang campak adalah anak-anak yang belum melakukan imunisasi.
Temuan itu kemudian menjadi catatan tersendiri bagi Dinkes dan akan kembali memasifkan vaksinasi agar kasus campak di Pati tak semakin menyebar.
Baca juga: Jemput Pemudik, Pemkab Pati Berangkatkan 16 Bus ke Jakarta
• 20 Puskesmas Termasuk Daftar Wajib Setor Uang THR ke Bupati Cilacap
Dinkes Kabupaten Pati mencatat, sedikitnya enam kasus campak yang sebagian besar menyerang anak-anak terdeteksi pada awal 2026.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati menjelaskan, kasus tersebut tersebar di tiga kecamatan.
“Yang positif ada enam kasus. Empat kasus di Kecamatan Tayu, satu di Tambakromo, dan satu di Sukolilo,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, sebagian besar penderita merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
Salis mengungkapkan, penderita campak umumnya mengalami sejumlah gejala awal seperti demam tinggi dengan suhu mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius.
Selain demam, penderita juga mengalami batuk terus-menerus, pilek atau hidung berair, serta mata merah yang sensitif terhadap cahaya.
Kondisi tubuh biasanya lemas dan disertai penurunan nafsu makan.
“Setelah beberapa hari, biasanya muncul ruam atau bintik merah pada kulit,” jelasnya.
Ruam tersebut umumnya muncul pertama kali di area belakang telinga dan wajah, kemudian menyebar ke leher, badan, tangan hingga kaki.
Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik koplik.
Demam pada penderita juga biasanya tetap tinggi saat ruam mulai muncul.
Selain gejala utama tersebut, beberapa penderita juga dapat mengalami sakit tenggorokan, diare, hingga kondisi tubuh yang sangat lemas.
Baca juga: Satreskrim Polresta Pati Hadirkan Layanan Titip Kendaraan Gratis Selama Libur Lebaran 2026
• Hartono Sopir Bus Mengira Rombongan Acara Bukber, Ternyata Pejabat Pemkab Cilacap Hasil OTT KPK
Dinkes mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.
Langkah ini penting untuk mencegah penularan lebih luas.
Masyarakat juga diminta menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak langsung dengan penderita.
“Pencegahan paling efektif adalah imunisasi menggunakan vaksin MR atau MMR,” kata Salis.
Berdasarkan hasil penelusuran Dinkes Kabupaten Pati, sebagian besar penderita campak yang ditemukan belum mendapatkan imunisasi campak.
Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pelaksanaan vaksinasi melalui puskesmas di berbagai wilayah di Kabupaten Pati.
“Kami melihat dari status imunisasi, beberapa yang positif campak memang belum mendapatkan vaksin,” pungkasnya. (*)
Sumber Kompas.com
| Geger Mayat Pria Mengapung di Embung Terpus Pati, Ini Kronologi Penemuannya |
|
|---|
| "Solar Mahal Nelayan Mati" Ribuan Nelayan Demo di Alun-Alun Pati Tuntut Harga BBM Khusus |
|
|---|
| Kawal Aksi Demo Nelayan di Pati Hari Ini, Polisi Terjunkan 1.456 Personel Gabungan |
|
|---|
| Hanya Hitungan Jam, Komplotan Perampas Mobil yang Ngaku Debt Collector Tertangkap di Pati |
|
|---|
| Sengketa Lahan Doropayung Pati, Warga Demo dan Gugat Pemdes-BPN ke Pengadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260315-_-Daftar-Gejala-Campak.jpg)