Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

6 Anak di Pati Positif Campak, Terbanyak di Kecamatan Tayu

Data Dinkes Kabupaten Pati, empat kasus terjadi di Kecamatan Tayu, sedangkan masing-masing satu kasus di Kecamatan Tamkakromo dan Sukolilo.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Istimewa/DOKUMENTASI DINKES KALTENG
CAMPAK - Ilustrasi tanda-tanda atau gejala penderita campak. Di Kabupaten Pati, ada sekira enam anak di bawah 10 tahun positif campak. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Enam anak di bawah usia 10 tahun di Kabupaten Pati positif terserang penyakit campak.

Dari data Dinkes Kabupaten Pati, empat kasus terjadi di Kecamatan Tayu. Sedangkan masing-masing satu kasus di Kecamatan Tamkakromo dan Sukolilo.

Sesuai penelusuran petugas, mereka yang terserang campak adalah anak-anak yang belum melakukan imunisasi.

Temuan itu kemudian menjadi catatan tersendiri bagi Dinkes dan akan kembali memasifkan vaksinasi agar kasus campak di Pati tak semakin menyebar.

Baca juga: Jemput Pemudik, Pemkab Pati Berangkatkan 16 Bus ke Jakarta

20 Puskesmas Termasuk Daftar Wajib Setor Uang THR ke Bupati Cilacap

Dinkes Kabupaten Pati mencatat, sedikitnya enam kasus campak yang sebagian besar menyerang anak-anak terdeteksi pada awal 2026. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati menjelaskan, kasus tersebut tersebar di tiga kecamatan.

“Yang positif ada enam kasus. Empat kasus di Kecamatan Tayu, satu di Tambakromo, dan satu di Sukolilo,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, sebagian besar penderita merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

Salis mengungkapkan, penderita campak umumnya mengalami sejumlah gejala awal seperti demam tinggi dengan suhu mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius.

Selain demam, penderita juga mengalami batuk terus-menerus, pilek atau hidung berair, serta mata merah yang sensitif terhadap cahaya.

Kondisi tubuh biasanya lemas dan disertai penurunan nafsu makan.

“Setelah beberapa hari, biasanya muncul ruam atau bintik merah pada kulit,” jelasnya.

Ruam tersebut umumnya muncul pertama kali di area belakang telinga dan wajah, kemudian menyebar ke leher, badan, tangan hingga kaki.

Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik koplik.

Demam pada penderita juga biasanya tetap tinggi saat ruam mulai muncul.

Selain gejala utama tersebut, beberapa penderita juga dapat mengalami sakit tenggorokan, diare, hingga kondisi tubuh yang sangat lemas.

Baca juga: Satreskrim Polresta Pati Hadirkan Layanan Titip Kendaraan Gratis Selama Libur Lebaran 2026

Hartono Sopir Bus Mengira Rombongan Acara Bukber, Ternyata Pejabat Pemkab Cilacap Hasil OTT KPK

Dinkes mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak

Langkah ini penting untuk mencegah penularan lebih luas.

Masyarakat juga diminta menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak langsung dengan penderita.

“Pencegahan paling efektif adalah imunisasi menggunakan vaksin MR atau MMR,” kata Salis.

Berdasarkan hasil penelusuran Dinkes Kabupaten Pati, sebagian besar penderita campak yang ditemukan belum mendapatkan imunisasi campak.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pelaksanaan vaksinasi melalui puskesmas di berbagai wilayah di Kabupaten Pati.

“Kami melihat dari status imunisasi, beberapa yang positif campak memang belum mendapatkan vaksin,” pungkasnya. (*)

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved