Bencana Sumatera
Update Bencana Sumatera Hingga Senin Sore 447 Orang Tewas, Simak Datanya
Update terkini soal bencana tersebut disampaikan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini update bencana di Sumatera hingga Senin 1 Desember 2025 sore hari.
Seperti diketahui Provinsi Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara tengah dilanda bencana banjir dan tanah longsor.
Update terkini soal bencana tersebut disampaikan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Baca juga: Pemprov Jateng Kirim Bantuan Kemanusiaan Sebesar Rp 1,3 Miliar Ke Bencana Sumatera
Baca juga: Respons Prabowo Saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatera, Jateng Kirim Bantuan
Ia mengungkap sekitar 33.620 orang menjadi korban dalam bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Pulau Sumatera.
Sebanyak 447 jiwa dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data Basarnas per Senin (1/12/2025) sore hari ini.
"Kami laporkan bahwa jumlah warga terdampak dari bencana yang ada di Aceh, Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara mencapai 33.620," kata Syafii dalam rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin sore.
Adapun jumlah korban masih dapat bertambah, lantaran hingga kini masih ada ratusan korban yang hilang dan belum ditemukan.
"Di mana dari jumlah yang terdampak kami telah mengevakuasi 447 jiwa dalam kondisi meninggal dan yang terlaporkan masih dalam pencarian 399 jiwa," imbuh dia.
Dari data Basarnas, Syafii mengatakan ada 33.173 orang yang selamat dari bencana hidrometeorologi.
"Untuk jumlah korban selamat yang dievakuasi oleh Badan Sar Nasional dan juga seluruh potensi SAR yang terdata ada 33.173," ujar Syafii.
Lebih lanjut, Basarnas merinci jumlah korban yang telah dievakuasi hingga saat ini.
Di provinsi Aceh, ada 102 jiwa tewas, 116 jiwa masih hilang, dan 1.044 jiwa selamat.
Di provinsi Sumatera Utara ada 217 jiwa meninggal dunia, 168 korban hilang, dan 3.029 orang terdampak.
"Kami sampaikan di Sumatera Utara 3.029 warga terdampak di mana kami telah mengevakuasi 217 meninggal dunia dan dilaporkan 168 dalam pencarian," ucap Syafii.
Di Sumatera Barat, ada 128 jiwa meninggal dunia, 115 jiwa dalam pencarian atau masih hilang.
"Jumlah warga yang terdampak ada 29.445 di mana kami telah mengevakuasi 128 dalam kondisi meninggal dan dilaporkan 115 masih belum ditemukan," imbuhnya.
Pemprov Jateng Kirim Bantuan
Pemerintah Provinsi Jateng kirimkan bantuan kemanusiaan penanganan bencana di Sumatera.
Bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar diberangkatkan langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dari Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (1/12/2025) pagi.
Bantuan logistik yang dikirim berupa sandang, pangan, dan obat-obatan senilai Rp 950,3 juta.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Dapat Penghargaan Kepala Daerah Swasembada Pangan dengan Surplus Padi
Selain itu, uang bantuan dari Baznas Jawa Tengah sebesar Rp 225 juta dan Korpri Jawa Tengah Rp 125 juta ikut disalurkan. Total keseluruhan bantuan mencapai Rp 1.300.306.597.
Bantuan dihimpun dari Pemprov Jawa Tengah, PMI, RS Telogorejo, BPR BKK Jawa Tengah, Jamkrida, Petro Energi, Tirta Utama, hingga sejumlah BUMD.
Dukungan operasional lapangan, Jateng mengerahkan 6 truk, 3 unit double cabin, 1 ambulans, kendaraan dapur umum, alat penjernih air, kendaraan trail, serta berbagai peralatan kesehatan dan logistik.
40 personel dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta unsur DPRD kabupaten/kota diberangkatkan menuju Sumatera Barat.
Mereka akan bertugas selama kurang lebih dua minggu.
Sebagian tim khususnya dari medis diterbangkan melalui jalur udara untuk percepatan penanganan, sementara logistik berat diberangkatkan melalui jalur darat.
Gubernur Luthfi menegaskan operasi kemanusiaan merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama. Selain itu bentuk pengabdian untuk masyarakat.
“Ini adalah suatu bentuk pengabdian kita dalam rangka meringankan masyarakat kita yang terdampak bencana,” ujarnya.
Pihaknya meminta rombongan udara segera menyesuaikan ritme penanganan saat tiba di lokasi. Gubernur menekankan pentingnya keselamatan bagi tim jalur darat.
“Yang lewat darat hati-hati. Aja kesusu, aja kemrungsung. Yang penting sampai tujuan,” pesannya.
Gubernur berpesan agar relawan menjalankan tugas hingga tuntas. Diharapkan relawan bekerja hingga titik unjung masyarakat terdampak.
“Jangan pulang sebelum masa selesai,” ujarnya.
Ia menuturkan kendaraan operasional telah dimodifikasi agar mampu menjangkau wilayah terdampak, dan akan dikendalikan bersama satuan wilayah setempat.
“Kendaraan ini bisa digunakan optimal untuk penanganan nanti,” tuturnya.(*)
Sumber: kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/evakuasi-korban-bencana-banjir-bandang-sumatera-09jq23oprkq.jpg)