Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Bumi

Daftar Gempa Besar Pagi Ini, Selasa 13 Januari 2026, Terkuat M 5,2

Terjadi gempa bumi kekuatan besar di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (13/1/2026) pagi

Tayang:
Editor: galih permadi
X.COM/BMKG
Ilustrasi Gempa Pagi Ini Selasa 13 Januari 2026 

Daftar Gempa Besar Pagi Ini, Selasa 13 Januari 2026, Terkuat M 5,2

TRIBUNJATENG.COM- Terjadi gempa bumi kekuatan besar di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (13/1/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa bumi di beberapa wilayah Indonesia dengan magnitude berbeda-beda. 

Berikut informasi titik lokasi gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia pada Selasa 13 Januari 2026:

1. Gempa Maluku

Gempa berkekuatan Mag:5.2, 13-Jan-2026 pukul 04:59:31WIB.

Lokasi:7.60LS, 128.89BT (136 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA), Kedlmn:13 Km 

2. Gempa Sulawesi Utara

Gempa berkekuatan Mag:4.2, 13-Jan-2026 pukul 04:33:08WIB.

Lokasi:3.50LU, 126.75BT (56 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:9 Km

3. Gempa Jambi

Gempa berkekuatan Mag:4.1, 13-Jan-2026 pukul 06:27:44WIB,l.

Lokasi:1.85LS, 101.71BT (30 km BaratDaya KAB-BUNGO-JAMBI), Kedlmn:138 Km

4. Gempa Blitar

Gempa berkekuatan Mag:2.8, 13-Jan-2026 pukul 06:37:52WIB.

Lokasi :8.74LS, 112.10BT (68 km BaratDaya KAB-BLITAR-JATIM), Kedlmn:30 Km

5. Gempa Pangandaran 

Gempa berkekuatan Mag:3.7, 13-Jan-2026 pukul 07:32:10WIB.

Lokasi:7.86LS, 108.43BT (18 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:96 Km

Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Sama seperti gempa sebelumnya, informasi ini disampaikan oleh BMKG dengan peringatan bahwa hasil pengolahan data masih bisa mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan data yang lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan atau dampak lebih lanjut akibat gempa ini.

Cara Menyelamatkan Diri

Dikutip dari bmkg.go.id, berikut ini cara menyelamatkan diri dari gempa bumi.

1. Berada di Dalam Ruangan

Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja.

Hindari juga benda yang digantung sebab dapat jatuh bila terjadi guncangan.

Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan.

Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

Bila keluar bangunan memungkan maka keluar secara tertib.

Jangan menggunakan tangga berjalan (eskalator) atau lift.

Gunakan tangga biasa bila Anda dalam bangunan bersusun.

Periksa apa ada yang terluka, lalu lakukan P3K.

Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar anda.

2. Berada di Luar Ruangan atau Area Terbuka

Hindari berdiri dekat bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon dll.

Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Sedang Mengendarai Mobil

Berhenti mengendarai mobil.

Keluar, turun, dan menjauh dari mobil.

Hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

Lalu lakukan poin 2.

4. Berada di Pantai

Jauhi pantai secepat mungkin tanpa harus menunggu peringatan tsunami.

5. Tinggal di Pegunungan

Apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Jawa Tengah Waspada
Di balik keindahan garis pantai selatan Jawa Tengah, tersimpan sebuah kekuatan alam raksasa yang terus mengintai.

Istilah "Megathrust" mungkin terdengar teknis, namun bagi masyarakat di pesisir selatan, memahami fenomena ini bukan lagi sekadar pengetahuan, melainkan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Secara sederhana, megathrust adalah zona pertemuan antar-lempeng tektonik bumi yang berada di kedalaman dangkal namun memiliki luas yang sangat besar.

Di selatan Jawa, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Karena luasnya bidang patahan ini, gempa yang dihasilkan tidak main-main.

Gempa megathrust berpotensi mencapai kekuatan di atas magnitudo 8 hingga 9, yang seringkali diikuti tsunami besar.

Mengapa Jawa Tengah Menjadi Wilayah Krusial?

Wilayah Jawa Tengah memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menantang.

Setidaknya ada dua alasan utama mengapa harus waspada:

Zona Patahan yang Luas: Wilayah selatan Jawa Tengah, mulai dari Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Wonogiri, berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif.

Morfologi Pantai: Karakteristik pantai selatan Jawa Tengah yang sebagian besar berupa dataran rendah dan terbuka membuat penetrasi air laut saat tsunami bisa menjangkau wilayah daratan yang lebih jauh ke dalam.

Wilayah Terdampak di Jawa Tengah

Jika skenario terburuk terjadi, wilayah yang diprediksi akan merasakan dampak signifikan meliputi:

Kabupaten Cilacap: Menjadi titik paling barat di pesisir selatan Jateng dengan kepadatan penduduk dan objek vital nasional (seperti kilang minyak).

Kabupaten Kebumen dan Purworejo: Kawasan yang memiliki garis pantai panjang dengan banyak pemukiman warga.

Kabupaten Wonogiri: Meskipun berada di ujung timur selatan, potensi getaran kuat tetap menjadi ancaman serius.
 
Mitigasi: Bukan Untuk Menakuti, Tapi Mempersiapkan

Gempa bumi tidak membunuh, namun bangunan yang tidak aman dan ketidaksiapan manusialah yang menjadi penyebab utama korban jiwa.

Berikut adalah langkah antisipasi yang harus dipahami setiap warga Jawa Tengah:

Kenali Aturan 20-20-20: Jika gempa terasa selama 20 detik atau lebih. Segera evakuasi tanpa menunggu peringatan dini, karena kita hanya punya waktu sekitar 20 menit sebelum air mencapai daratan. Lari menuju tempat dengan ketinggian minimal 20 meter.

Konstruksi Bangunan: Mulailah memikirkan rumah ramah gempa atau pastikan furnitur berat di rumah sudah dipaku kuat ke dinding agar tidak roboh menimpa penghuni.

Tas Siaga Bencana: Siapkan tas berisi surat berharga, obat-obatan, senter, dan makanan darurat untuk 3 hari di tempat yang mudah dijangkau.

Edukasi Literasi Bencana: Ikuti simulasi mandiri yang diadakan oleh BPBD setempat. Pastikan setiap anggota keluarga tahu ke mana harus berlari jika gempa terjadi saat malam hari.

Potensi gempa megathrust bukanlah ramalan kiamat, melainkan siklus geologi yang pasti akan berulang.

Jawa Tengah tidak perlu hidup dalam ketakutan, namun harus hidup dalam kesiapsiagaan. 

Dengan mitigasi yang matang, kita bisa meminimalkan risiko dan tetap hidup berdampingan dengan alam yang dinamis ini. (*)

Mengapa Indonesia Rawan Gempa?
Indonesia tercatat sebagai negara yang paling banyak kejadian gempa bumi.

Tahukah kamu mengapa Indonesia rawan gempa?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari simak dulu penyebab gempa bumi.

Penyebab gempa bumi

Dilansir dari situs NASA, gempa terjadi karena kulit bumi yang bergeser.

Lapisan permukaan bumi yang bernama litosfer, terdiri dari susunan lempeng tektonik.

Lempeng ini bergerak terus menerus sepanjang waktu.

Ada setidaknya delapan lempeng aktif di bumi yakni:

1. Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara

2. Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat

3. Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah barat laut

4. Lempeng Amerika Selatan yang bergerak ke arah barat

5. Lempeng Antartika yang bergerak ke arah barat

6. Lempeng Nazca yang bergerak ke arah timur

7. Lempeng Eurasia yang bergerak ke arah tenggara

8. Lempeng Afrika yang bergerak ke arah timur

Lempeng-lempeng itu saling menjauh atau bertabrakan. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved