Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral 8 Kucing Mati Mendadak di Malang, Ini Kesaksian Warga

Tak lebih dari sepekan, delapan kucing ditemukan mati mendadak di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/PUTU AYU PRATAMA SUGIYO
MATI MENDADAK - Lokasi kucing yang mati mendadak di kawasan Jalan Danau Singkarak III, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada April 2026. Kejadian itu viral di media sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Delapan kucing mati mendadak dalam kurun waktu empat hari di Jalan Danau Singkarak III, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
  • Misteri kematian kucing tersebut pun viral di media sosial.
  • Dugaan awal, kucing tersebut mati karena keracunan, namun belum dipastikan ada unsur kesengajaan atau tidak.

 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Tak lebih dari sepekan, delapan kucing ditemukan mati mendadak di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kucing yang mati itu tak sekadar yang liar, justru mayoritas merupakan peliharaan warga setempat.

Beberapa pihak menyebut jika kucing-kucing tersebut mati karena keracunan. Namun pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan kepastiannya.

Terkait viralnya kucing mati mendadak itu, pihak kepolisian masih menyelidikinya dengan kerja sama beberapa pihak terkait.

Baca juga: Akal-akalan Pria 61 Tahun di Wonosobo, Modifikasi Xenia agar Bisa Borong 70 Liter Pertalite

Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi

Polisi melakukan penyelidikan atas kematian delapan kucing secara misterius di Jalan Danau Singkarak III, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol M Roichan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan warga setempat, melibatkan beberapa pihak, termasuk pemilik kucing yang terdampak.

“Koordinasi ini kami lakukan untuk menindaklanjuti laporan warga terkait kematian kucing yang sempat viral di media sosial,” kata Kompol M Roichan, Kamis (23/4/2026).

Pihak kepolisian juga melakukan pengumpulan informasi awal sekaligus memastikan kondisi di lingkungan sekitar tetap kondusif.

Berdasarkan laporan warga, peristiwa ini terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekira pukul 15.30.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga menemukan dua kucing peliharaannya masuk ke rumah dalam kondisi mulut berbusa dan mengalami kejang sebelum akhirnya mati.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kucing milik tetangganya juga mengalami gejala serupa dan tidak tertolong.

Kejadian tersebut kemudian diunggah ke media sosial sebagai peringatan bagi warga lain.

Dalam unggahan itu disebutkan adanya makanan kucing yang mengandung serbuk putih diduga racun.

Empat hari kemudian, Selasa (21/4/2026), kasus serupa kembali terjadi.

Tiga kucing liar ditemukan mati dengan kondisi yang sama.

Warga menduga rentetan insiden ini sebabkan adanya keracunan.

Secara keseluruhan, terdapat delapan kucing yang mati dalam dua peristiwa terpisah, yakni lima kucing pada kejadian pertama dan tiga kucing pada kejadian kedua.

Meski dugaan keracunan mencuat, polisi menyebut penyebab kematian belum dapat dipastikan. 

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus kematian hewan tersebut.

Atas peristiwa tersebut, masyarakat diimbau untuk segera melibatkan dokter hewan jika menemukan kasus serupa.

“Perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan agar diketahui penyebab pastinya."

"Selain itu, masyarakat juga dapat pemahaman yang benar,” pungkas Kompol M Rochman.

Baca juga: Poltekpar Makassar Berduka, 2 Mahasiswi Magang di Solo Tewas Kecelakaan, Begini Kronologinya

Geger di Taman Bendungan Tirtonadi Solo, Pria 53 Tahun Lecehkan Wanita, Nyaris Diamuk Warga

Viral Kucing Mati Mendadak

Ddelapan kucing ditemukan mati mendadak di kawasan Jalan Danau Singkarak III, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, diduga akibat terpapar racun.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setelah video penemuan beberapa kucing dalam kondisi kaku dan mulut berbusa viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat bangkai kucing tergeletak dengan ciri-ciri diduga terpapar zat berbahaya.

Salah satu pemilik kucing, Dian Tetetra mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi dalam dua waktu berbeda. 

Pada Jumat (17/4/2026) malam, lima kucing ditemukan mati, terdiri dari dua kucing miliknya dan tiga milik tetangga di depan rumah.

"Malam itu ada lima kucing yang mati. Dua kucing saya dan tiga kucing tetangga depan rumah saya,” ujar Dian, Kamis (23/4/2026). 

Beberapa hari kemudian, pada Selasa (21/4/2026), kejadian serupa kembali terjadi.

Seekor kucing milik warga mengalami kejang-kejang, sementara dua kucing liar ditemukan mati dan dibungkus dalam kantong kresek.

Dian menduga kematian kucing-kucing tersebut berkaitan dengan paparan racun, meskipun dia tidak memastikan adanya unsur kesengajaan.

Menurut dia, salah satu ciri yang terlihat adalah mulut kucing berbusa.

“Kalau saya melihat dari mulutnya yang berbusa, itu tafsiran pribadi saya mungkin kena racun."

"Bukan diracun, tapi bisa saja tidak sengaja terpapar,” katanya.

Dia menjelaskan, gejala yang dialami kucing berbeda-beda.

Beberapa kucing liar sempat mengalami kejang selama sekira 30 menit sebelum mati.

Sementara itu, kucing miliknya tidak menunjukkan kejang, hanya sempat mengangkat kepala, mengeluarkan suara, lalu mati.

“Tidak lama, sekira 10 menit kucing saya mengeluarkan muntahan, berbusa, sempat mengeluarkan suara meng, terus saya tutup kain dan mati,” ujarnya.

Di lingkungan tersebut, menurut Dian, tidak banyak warga yang secara khusus memelihara kucing.

Namun banyak kucing liar yang datang dan akhirnya diberi makan hingga dianggap sebagai peliharaan bersama.

Atas kejadian ini, kekhawatiran pun dirasakan warga, terutama bagi pemilik kucing.

Dian kini membatasi aktivitas kucingnya agar tidak keluar rumah sementara waktu. 

“Saya sekarang tidak membiarkan kucing keluar dulu. Biasanya pagi hari saya keluarkan, karena jadi hiburan ibu-ibu sepulang dari masjid."

"Tapi sekarang masih saya tahan, mungkin sampai satu bulan atau lebih,” pungkasnya. (*)

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved