Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Tak Mau Dicerai Istri, Ayah Sekap 3 Anaknya dan Ancam Bakar Rumah

Seorang pria menyekap tiga anaknya dan mengancam akan membakar rumah karena tak mau dicerai oleh istrinya.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/BAHARUDIN AL FARISI
PENYEKAPAN - Ilustrasi garis polisi. Seorang pria di Bandung Jawa Barat nekat menyekap tiga anaknya sendiri dan ancam bakar rumah karena enggan dicerai oleh istrinya. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Warga di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat digegerkan dengan aksi seorang pria yang tega menyekap tiga anaknya di dalam rumah.

Tak hanya itu, pria tersebut bahkan mengancam akan membakar rumah sekaligus tempat usaha bengkel mobil tersebut.

Dari hasil penelusuran, aksi tersebut diduga karena sang istri hendak menceraikan pria tersebut, sehingga melakukan tindakan tersebut.

Pria tersebut diduga nekat melakukan penyekapan karena enggan bercerai dengan istrinya.

Baca juga: Dukun Cabul Sukolilo Pati Pakai Ritual Threesome Setubuhi Korban, Modus Biar Dapat Momongan

Mbak Ita Eks Wali Kota Semarang Ajukan PK, Sodorkan Novum Anggaran Lomba Nasi Goreng

Penyekapan diatur dalam perundang-undangan terbaru, yakni UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP Baru Pasal 446-447 tentang merampas kemerdekaan orang lain, termasuk menyekap dan mengurung.

Pasal 452-453 KUHP Baru juga mengatur mengatur secara khusus mengenai perampasan kemerdekaan terhadap anak, dengan ancaman pidana yang berat.

Warga setempat, Ali menceritakan, tiga anak tersebut disekap oleh ayahnya sendiri.

Penyebab penyekapan ini diduga karena pria tersebut tak mau cerai dengan istrinya.

"Awalnya istri dari pelaku sepertinya meminta cerai. Itu yang membuat pelaku tidak terima."

"Itu lebih pada urusan rumah tangga," katanya.

Ali menuturkan, keluarga tersebut tinggal tinggal di Jalan Lemah Neundeut Nomor 2 dengan mengontrak dan membuka usaha bengkel mobil.

Namun usaha tersebut bangkrut selama enam bulan terakhir.

Warga sekitar, ujar Ali, juga kerap mendengar adanya cekcok hingga membuat bengkel tutup dan mendapat keluhan dari para pelanggannya.

"Sering terdengar cekcok juga istri dan suaminya."

"Sampai-sampai bengkel sering tutup dan banyak komplain dari pelanggan, sehingga mungkin depresi dan dilampiaskan ke anak-anaknya," katanya seperti dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (14/5/2026).

Para tetangga juga merasa tak nyaman saat keduanya cekcok.

"Kalau mereka berkelahi, tetangga menjadi enggak nyaman. Ini sih beberapa kali cekcok dan itu puncaknya sepertinya karena istrinya tidak tahan sama suaminya," katanya.

Saat ditanya kabar terkait rencana membakar rumah, Ali tak yakin.

Dia mengatakan bahwa pelaku hanya menyimpan bensin di sekitar rumahnya.

"Setahu saya pelaku itu hanya menyiram bensin sekitar rumahnya."

"Tapi, mungkin itu hanya gertakan agar tidak jadi cerai," ujarnya.

Terungkap, Korupsi Kredit BPR Bank Purworejo Gunakan Modus Topengan, 6 Orang Jadi Tersangka

Berawal dari Laporan Ibu Tiga Anak

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton menuturkan, kasus penyekapan ini bermula dari ibu tiga anak yang disekap melapor ke polisi.

"Yang disampaikan ibunya ke polisi bahwa anaknya disekap. Si ibu itu juga menyampaikan adanya pengancaman, sehingga anggota polsek mendatangi lokasi dan meminta bantuan anggota dari Polrestabes," katanya, Rabu (13/5/2026).

Tim Prabu Polrestabes Bandung langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dibantu tim Damkar.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa sebenarnya.

"Kami masih lakukan penyelidikan untuk mengetahui peristiwa sebenarnya. Memang antara korban (istri) dengan suaminya ada permasalahan keluarga sebelumnya."

"Jadi, kami akan meneliti lebih lanjut permasalahan apa yang memang terjadi di antara kedua belah pihak."

"Memang indikasinya ada masalah keluarga, entah itu ekonomi atau hal lain. Ini yang menjadi fokus kami untuk mengetahuinya," kata AKBP Anton.

Meski pihak kepolisian melakukan penyelidikan, namun ibu korban belum membuat laporan polisi (LP).

"Sampai saat ini istrinya atau ibu korban atau pihak yang dirugikan belum lakukan pelaporan."

"Tapi kami tetap melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui peristiwa apa yang sebenarnya."

"Kami sampai sekarang masih mengumpulkan alat bukti guna mengetahui peristiwa pidana apa yang terjadi," ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian.

"Kami masih mencari keterangan saksi-saksi. Lalu memeriksa warga sekitar dan pihak keluarga yang merasa dirugikan," ujar AKBP Anton. (*)

Sumber Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved