Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Pasca Pergantian Pimpinan, Kantor BGN Digeledah Kejaksaan Agung

Sebelum pergantian para pejabat BGN, isu operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat BGN sempat mencuat pekan lalu

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Kompas.com/Tim Media Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana saat mengunjungi siswa korban korban kecelakaan mobil pengangkut makanan MBG di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025). Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN, tak lama setelah kepulangan dari ibadah haji dan usai mendampingi kunjungan ke SPPG Palmerah, Jakarta Barat. 

Pasca Pergantian Pimpinan, Kantor BGN Digeledah Kejaksaan Agung

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kabar lanjutan kembali datang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Setelah pergantian pejabat, terbaru Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN di Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026) pagi ini.

Plh Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mohammad Jeffry sudah mengonfirmasi berita tersebut

"Iya, penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN," ucap Jeffry.

Baca juga: Kecelakaan Maut Pensiun TNI Tewas Tabrak Truk Warga Blora yang Lagi Antre BBM

Kendati demikian, Jeffry tak menjelaskan lebih jauh ihwal penggeledahan tersebut termasuk perkara apa yang kini tengah diusut oleh penyidik.

Jeffry juga belum membeberkan terkait barang bukti apa saja yang diperoleh dari penggeledahan tersebut.

Ia hanya mengatakan pihaknya akan mengungkapkan lebih rinci terkait penggeledehan itu melalui konferensi pers dalam waktu dekat.

"Nanti secara resmi akan dirilis," kata Jeffry.

Setelah pergantian pejabat BGN

Penggeledahan oleh Kejagung dilakukan setelah kemarin Presiden Prabowo mengganti tiga pejabat BGN.

Tiga pimpinan BGN yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung dicopot dari jabatannya.

Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.

Posisi Wakil Kepala BGN juga diganti dan kini diisi oleh Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari.

Isu OTT sebelum pergantian jabatan

Sebelum pergantian para pejabat BGN, isu operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat BGN sempat mencuat pekan lalu.

Adalah Wakil Kepala BGN saat itu Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya yang diisukan terkena OTT Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Isu Sony terkena OTT Kejagung beredar di kalangan awak media pada Kamis (21/5/2026) pekan lalu. 

Sony kemudian menjawab isu itu  dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). 

Dia membantah terkena OTT.

"Saya responsnya hari ini ada di sini, berbicara dengan rekan-rekan," ujarnya dalam konferensi pers seperti dikutip dari Kompas.TV.

Operasi Tangkap Tangan atau OTT adalah istilah populer yang sering digunakan oleh media untuk menyebut tindakan penangkapan langsung terhadap seseorang yang sedang atau baru saja melakukan tindak pidana, terutama kasus korupsi atau suap.

Tak hanya Sony, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang kini menjabat Kepala BGN yang baru juga tak luput dari isu OTT aparat penegak hukum.

Istana Jelaskan Alasan Pergantian Pejabat BGN

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara soal pergantian tiga pejabat BGN.

Dia berbicara perihal dugaan jual beli titik dapur SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah fasilitas pengolahan makanan di bawah naungan BGN  yang didirikan untuk memproduksi dan mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.

Prasetyo menegaskan bahwa saat ini sedang dilakukan audit internal di BGN mengenai dugaan jual beli titik dapur MBG.

“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan,” ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo pemerintah ingin BGN selalu menjalankan tugas dan fungsi sebaik mungkin.

(Tribunnews)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved