Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Rumah Terbakar, Munir Gendong Ibu Tua Renta dan Istri Sakit Terobos Kobaran Api

Munir berjuang menyelamatkan ibu kandungnya yang berusia sekitar 100 tahun serta istrinya yang sedang sakit dari kepungan api.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATIM
KEBAKARAN - Tim Damkar Bondowoso saat berjibaku memadamkan api yang menghanguskan dua rumah milik kakak-beradik di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari DS, Bondowoso, Senin (8/6/2026). (Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu) 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terjadi tepat di belakang objek wisata Pemandangan Arak-arak, dan bergerak cepat dipicu oleh angin kencang yang menjadi ciri khas awal musim kemarau di kawasan tersebut.

Sebelum bala bantuan tiba, tiga petugas objek wisata sudah lebih dahulu berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.

Upaya itu dilakukan semata-mata untuk mencegah api merambat ke fasilitas wisata yang berada tak jauh dari titik kebakaran.

Perjuangan mandiri petugas itulah yang menahan laju api hingga tim resmi tiba di lokasi.

Tim gabungan yang terdiri atas petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI-Polri segera bergerak ke lokasi begitu laporan diterima.

Namun, medan yang curam membuat proses pemadaman sepenuhnya bergantung pada armada Damkar tidak ada jalan lain selain mengandalkan alat semprot berkapasitas besar untuk menjangkau titik-titik api.

Menurut petugas objek wisata Arak-arak, Ojieb, lahan yang terbakar merupakan milik Perhutani.

Api pertama kali muncul dari area bawah, kemudian merembet ke atas seiring tiupan angin yang tak kunjung mereda.

Kondisi rumput kering dan tumpukan daun mati menjadi bahan bakar sempurna yang mempercepat perambatan api.

"Kalau sudah musim kemarau, karhutla pasti terjadi," ujar Ojieb.

Ojieb menyebut karhutla di kawasan Arak-arak bukan kejadian yang asing.

Hampir setiap musim kemarau tiba, api selalu mengancam lahan di sekitar objek wisata tersebut.

Sebagai antisipasi rutin, petugas biasanya akan membersihkan ilalang dengan radius sekitar satu meter dari batas area wisata sebelum puncak kemarau datang.

Namun kali ini, kebakaran datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Upaya pencegahan itu belum sempat dilakukan ketika api sudah terlanjur menyambar.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved