Berita Regional
2 Gunung Meletus Hari Ini Bersamaan, Ini Penyebab dan Tanda-tandanya
Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Semeru meletus hari ini dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 700 meter, Senin (22/9/2025).
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM - Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Semeru meletus hari ini dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 700 meter, Senin (22/9/2025).
Dua gunung di lokasi berbeda itu kompak menyemburkan abu vulkanik.
Gunung Semeru berada di perbatasan Lumajang dan Malang, sedangkan Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga: Doa Saat Terjadi Gunung Meletus Agar Diberi Perlindungan oleh Allah SWT
Lalu Bagaimana Gunung Meletus Bisa Terjadi?
Gunung berapi adalah salah satu fenomena alam paling menakjubkan sekaligus menakutkan di bumi.
Letusannya dapat menyebabkan kerusakan besar, namun juga membentuk lanskap baru dan menyuburkan tanah.
Untuk meminimalisir risiko dan dampak negatifnya, penting untuk memahami apa yang menyebabkan gunung meletus dan bagaimana mengenali tanda-tandanya.
Penyebab Utama Gunung Meletus
Pada dasarnya, letusan gunung berapi terjadi karena tekanan gas di dalam perut bumi yang terus meningkat.
Berikut adalah tiga faktor utama yang berkontribusi pada proses ini:
- Tekanan Gas Magma: Di bawah permukaan bumi, terdapat dapur magma yang berisi batuan cair, semi-cair, dan gas terlarut. Sama seperti soda dalam botol, gas ini berada di bawah tekanan besar. Ketika magma naik ke permukaan, tekanan menurun, menyebabkan gas mengembang. Jika gas tidak bisa keluar secara perlahan melalui celah, tekanan akan terus menumpuk hingga mencapai titik kritis. Saat itulah ledakan besar terjadi.
- Pergerakan Lempeng Tektonik: Sebagian besar gunung berapi terletak di batas lempeng tektonik, yaitu kerak bumi yang terus bergerak. Pergerakan ini bisa berupa pergeseran, tumbukan, atau pemisahan. Ketika lempeng bertumbukan, salah satu lempeng akan "tenggelam" di bawah lempeng lainnya, membawa material ke zona yang lebih panas di dalam bumi. Material ini akan meleleh dan menjadi magma, yang kemudian mencari jalan keluar ke permukaan.
- Aktivitas Seismik (Gempa Bumi): Pergerakan magma di dalam gunung berapi sering kali memicu serangkaian gempa vulkanik. Gempa ini terjadi karena magma yang bergerak atau karena batuan di sekitarnya retak akibat tekanan. Peningkatan frekuensi dan intensitas gempa dapat menjadi indikasi kuat bahwa letusan akan segera terjadi.
Tanda-Tanda Gunung Akan Meletus
Meskipun letusan gunung berapi seringkali terjadi tiba-tiba, biasanya ada beberapa tanda peringatan yang bisa diamati.
Mengenali tanda-tanda ini sangat penting untuk keselamatan dan mitigasi bencana.
- Peningkatan Aktivitas Seismik: Ini adalah salah satu tanda paling andal. Alat seismograf akan mencatat peningkatan jumlah dan kekuatan gempa di sekitar gunung. Gempa-gempa ini bisa terasa di permukaan atau hanya terdeteksi oleh alat.
- Perubahan Bentuk Gunung: Tekanan magma dari dalam dapat membuat gunung menggelembung atau membengkak. Perubahan ini bisa dideteksi dengan menggunakan alat pengukur kemiringan (tiltmeter) atau melalui pengamatan satelit.
- Peningkatan Suhu dan Emisi Gas: Suhu di sekitar gunung, terutama di area kawah, dapat meningkat. Selain itu, gunung berapi akan melepaskan gas-gas seperti sulfur dioksida (SO2), karbon dioksida (CO2), dan hidrogen sulfida (H2S) dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Bau belerang yang menyengat sering menjadi indikasi adanya peningkatan aktivitas.
- Perubahan pada Sumber Air Panas: Air panas di sekitar gunung, seperti di mata air atau geiser, bisa menjadi lebih panas atau bahkan mengering. Hal ini terjadi karena pergerakan magma yang memanaskan air tanah.
- Letusan Freatik: Kadang-kadang, gunung berapi akan mengalami letusan kecil yang didorong oleh uap air. Letusan freatik terjadi ketika magma panas memanaskan air tanah di bawah permukaan. Meskipun tidak melibatkan magma baru, letusan ini dapat menjadi tanda peringatan bahwa gunung sedang aktif dan berpotensi meletus lebih besar.
Baca juga: Viral Menu MBG Kacang Rebus dan Roti, SPPG Gunung Lurah Banyumas Distop Sementara untuk Evaluasi
Dengan memahami penyebab dan mengenali tanda-tanda ini, kita dapat lebih siap menghadapi potensi letusan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan komunitas. (*)
| Kisah Tukang Becak Angkut Bupati Berharap Dibayar Rp100 Ribu Kecele Ternyata Cuma Dapat Rp25 Ribu |
|
|---|
| Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian, Polisi: Ada Pasir Isap |
|
|---|
| Dodi Tewas Dianiaya Setelah Dituduh Curi Buah Matoa, Ayah: Anak Saya Diperlakukan seperti Binatang |
|
|---|
| Lapor Pelecehan Seksual Malah Dibui, Kisah Pilu Pegawai Magang BUMN yang Terjerat UU ITE Atasannya |
|
|---|
| Danke Rajagukguk Diperiksa Kejagung Buntut Kasus Amsal Sitepu, Ini Sosok Penggantinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250922_Gunung-Lewotobi-Laki-laki-meletus_1.jpg)