Berita Pati
Listrik Padam Lima Hari Terakhir, Warga Pati Ancam Sandera Mobil PLN
Kegaduhan akibat listrik yang sering padam terjadi di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Kegaduhan akibat listrik yang sering padam terjadi di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati.
Di akun-akun media sosial komunitas warga Pati, viral video yang menampilkan sekelompok warga mengancam hendak menyandera armada milik PLN.
Salah satunya dalam video yang diunggah oleh akun Facebook "Eko Kuswanto", Jumat malam (17/10/2025).
Baca juga: Mengenal Lapas Nusakambangan Cilacap Penjara Keamanan Tinggi Tempat Artis Ammar Zoni Sekarang
Baca juga: Kronologi Persoalan Keluarga Berujung Pertumpahan Darah di Pati, Lansia Dilarikan ke Rumah Sakit
"Masyarakat Desa Puncel demo terhadap PLN dan akan menyandera mobil gangguan jika tidak segera diperbaiki. Karena setiap sore, sudah lebih dari lima kali, listrik mati sampai jam 10 malam. Akhirnya anak-anak terganggu, kegiatan masyarakat terganggu," ucap seorang pria dalam video tersebut.
Menyikapi hal ini, Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri turun langsung ke Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.
Jumat sekira pukul 21.00 WIB, dia bertemu dengan Kepala Desa Puncel Sutiyono, perangkat desa, perwakilan warga, serta petugas PLN.
Warga mengadukan bahwa listrik padam sejak lima hari terakhir, terutama pada sore hingga malam, hingga mengganggu aktivitas rumah tangga.
“Kami memahami keresahan warga, karena pemadaman berkepanjangan tentu berdampak pada kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Ali Mashuri.
Penelusuran di lapangan menunjukkan penyebab pemadaman adalah kelebihan beban (over load) pada gardu listrik di RT 001 RW 004.
PLN mengaku tengah menyiapkan penggantian trafo agar aliran listrik kembali stabil.
“Dari PLN sudah ada penjelasan teknis, dan kami pastikan mereka tidak tinggal diam. Perbaikan sedang diproses,” kata AKP Ali Mashuri.
Meski sempat muncul isu penyanderaan mobil PLN, situasi dapat dikendalikan.
Kapolsek menegaskan bahwa tindakan di luar hukum tidak dapat dibenarkan.
“Aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai ada upaya kekerasan atau ancaman terhadap petugas. Itu bukan jalan penyelesaian,” tegas dia.
Kepada pihak PLN, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami meminta PLN lebih aktif memberi informasi. Jangan tunggu warga marah, jelaskan sejak awal agar situasi tetap sejuk,” ujar dia.
Hal ini disambut baik oleh perwakilan PLN yang berjanji mempercepat penanganan.
Warga akhirnya menerima klarifikasi dan membatalkan rencana aksi setelah diberi jaminan bahwa gardu akan segera diperbaiki.
"Kami mengajak warga bersabar. Komitmen perbaikan sudah disampaikan, dan kami akan ikut mengawalnya,” ungkap AKP Ali Mashuri.
Dia memastikan koordinasi terus dijaga hingga listrik kembali normal.
Dia juga mengajak warga tetap menjaga ketertiban.
"Keamanan desa ini milik kita bersama. Silakan sampaikan kritik, tapi gunakan cara-cara yang damai,” ajak dia. (mzk)
| Buntut Outing Class ke Bali Rp1,8 Juta Harus Lunas Dalam 1 Minggu, Kepsek SMPN 1 Tayu Dipanggil DPRD |
|
|---|
| Dua Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Pati, Ngaku Dapat Sabu dari Napi Lapas Kedungpane |
|
|---|
| Terungkap 64 Laporan Dugaan Korupsi di Pati, KPK Langsung Turun Tangani, Ini Sektor Paling Rawan |
|
|---|
| Pegawai Pemkab Pati Justru Asyik Menyimak Ponsel saat Sosialisasi KPK, Eko: Astaghfirullah |
|
|---|
| "Astagfirullah" Viral Aksi Pejabat Asyik Main Ponsel saat Sosialisasi KPK di Pati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251018_PENYEBAB-LISTRIK-PADAM-Warga-dan-polisi-Jumat.jpg)