Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bajir Jateng

Pesawat Modifikasi Cuaca Ditambah, Ahmad Luthfi: Awan Ternyata dari Solo

Pesawat pembawa Natrium Klorida (NaCl) mulai terbang di langit Semarang dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Tayang: | Diperbarui:
Dokumentasi BNPB
MODIFIKASI CUACA - Pesawat modifikasi cuaca menaburkan NaCl untuk mengurangi intensitas curah hujan di Kota Semarang dan sekitarnya. Curah hujan tinggi disebut sebagai penyebab banjir di wilayah tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pesawat pembawa Natrium Klorida (NaCl) mulai terbang di langit Semarang dan sekitarnya beberapa hari terakhir. 

Pesawat itu,  menaburkan NaCl untuk memodifikasi cuaca agar mengurangi intensitas curah hujan. Pesawat itu sekali terbang mampu membawa 1 ton NaCl.

Sebelum lepas landas petugas memasukkan larutan NaCl di badan pesawat. 

Baca juga: Gubernur Jateng Pastikan Akan Ada Penambahan Pesawat Modifikasi Cuaca, Mencegah Curah Hujan Tinggi

Baca juga: Banjir Kaligawe Naik Lagi setelah Hujan Deras di Tengah Modifikasi Cuaca 

MODIFIKASI CUACA - Pesawat modifikasi cuaca menaburkan NaCl untuk mengurangi intensitas curah hujan di Kota Semarang dan sekitarnya. Curah hujan tinggi disebut sebagai penyebab banjir di wilayah tersebut.
MODIFIKASI CUACA - Pesawat modifikasi cuaca menaburkan NaCl untuk mengurangi intensitas curah hujan di Kota Semarang dan sekitarnya. Curah hujan tinggi disebut sebagai penyebab banjir di wilayah tersebut. (Dokumentasi BNPB)

Video dari BPBD Jateng, sebelum lepas landas maka petugas memasukkan larutan garam tersebut masuk di badan pesawat.

bahan yang dibungkus menggunakan puluhan atau bahkan bisa lebih karung berwarna putih itu kemudian ditata di dalam pesawat.

Modifikasi cuaca ini merupakan instruksi Gubernur Ahmad Luthfi. Sejak 27 Oktober lalu.  Gubernur   memerintahkan jajarannya untuk mengurangi intensitas hujan. Hal itu langsung dilakukan oleh BPBD Jawa Tengah yang dikomandoi oleh Bergas C Penanggungan.

Namun, satu pesawat ternyata tidak bisa "melawan" awan hujan yang sudah menggantung di langit Semarang dan sekitarnya.

"Rekayasa cuaca akan kita tambah satu pesawat. Awan ternyata berasal dari wilayah Solo,” ujarn Ahmad Luthfi

Adanya tambahan itu maka kini ada dua pesawat yang melakukan tugas modifikasi cuaca.  

Penambahan pesawat OMC di wilayah Jateng diharapkan dapat mengurangi curah hujan ekstrem penyebab banjir di kawasan Semarang-Demak.

Ia menjelaskan bahwa OMC merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PU, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jateng yang bertujuan menurunkan potensi hujan lebat di daerah rawan banjir, seperti Kaligawe, Genuk dan Sayung.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved