Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astra Motor Jateng

Hari Kasih Sayang, Pakai Helm Jadi Cara Termudah Mencintai Diri dan Keluarga

Di Jawa Tengah, karakteristik jalan yang padat dengan mobilitas tinggi di musim hujan seperti sekarang menambah risiko bagi siapa saja yang abai

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan perlengkapan berkendara bisa kita sebut juga "Bahasa Kasih" untuk diri sendiri 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Memasuki bulan Februari, atmosfer kasih sayang mulai terasa di berbagai sudut kota di Jawa Tengah.

Rak-rak minimarket di Simpang Lima hingga pertokoan di jalanan mulai dipenuhi cokelat, bunga, dan pernak-pernik merah jambu. 

Namun, bagi para pengguna sepeda motor, ada satu bentuk kasih sayang yang jauh lebih esensial daripada sekadar bingkisan manis yaitu keselamatan di atas roda.

Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua.

Di Jawa Tengah, karakteristik jalan yang padat dengan mobilitas tinggi di musim hujan seperti sekarang menambah risiko bagi siapa saja yang abai.

Seringkali kita terlalu sibuk memikirkan hadiah untuk orang lain, namun lupa menjaga keselamatan diri sendiri yang sangat dinantikan kepulangannya di rumah.

Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan bahwa perlengkapan berkendara bisa kita sebut juga "Bahasa Kasih" untuk diri sendiri.

Dalam perspektif keselamatan berkendara (safety riding), menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear) yang lengkap bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari tilang polisi.

Lebih mendalam, ini adalah bentuk apresiasi terhadap hidup.

Menggunakan helm berstandart SNI dan memakai helm dengan benar (hingga bunyi klik) adalah janji pada pasangan atau orang tua bahwa kita akan pulang dalam kondisi sehat.

Jaket dan sarung tangan dipakai sebagai pelindung dari kejamnya musim hujan di Jawa Tengah yang seringkali membawa angin kencang dan suhu dingin.

Jaket yang mumpuni tidak hanya melindungi paru-paru dari terpaan angin, tapi juga meminimalisir cedera gesek jika risiko jatuh terjadi.

Sepatu juha seringkali disepelekan sehingga biasa menggunakan sandal saat berkendara, padahal kaki adalah tumpuan utama saat motor berhenti atau dalam kondisi darurat.

Mengubah Pola Pikir: Dari "Cuma Dekat" Menjadi "Selalu Taat"

Penyakit umum pemotor di wilayah kita adalah meremehkan jarak.

"Hanya ke pasar depan, kok," atau "Cuma mau jemput pacar di ujung jalan."

Perlu diingat, aspal tidak pernah memilih korban berdasarkan jarak tempuhnya.

Kecelakaan fatal justru sering terjadi di radius kurang dari 5 kilometer dari rumah karena pengendara cenderung menurunkan tingkat kewaspadaan dan mengabaikan perlengkapan keselamatan.

Menyayangi seseorang berarti memastikan bahwa kita tetap ada untuk mereka di masa depan.

Memaksakan diri berkendara secara ugal-ugalan atau tanpa pelindung di tengah cuaca ekstrem Februari ini bukanlah bentuk kejantanan, melainkan bentuk pengabaian terhadap kasih sayang keluarga.

“Cinta sejati juga diukur dari seberapa besar usaha kita untuk pulang ke rumah dengan selamat. Di jalan raya, ego adalah musuh terbesar dan kepatuhan adalah sahabat terbaik. Jangan biarkan orang tersayang menunggu kepulangan yang tak kunjung tiba. Ingat, ada hati yang perlu dijaga, maka mulailah dengan menjaga keselamatan diri di atas aspal.” ujar Oke. (***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved