Astra Motor Jateng
Napas Panjang Motor Matik: Mengapa Merawat CVT itu Krusial?
Kenyamanan dan kepraktisan menjadi alasan utama mengapa motor matik kini mendominasi jalanan perkotaan.
Penulis: Bram Kusuma | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kenyamanan dan kepraktisan menjadi alasan utama mengapa motor matik kini mendominasi jalanan perkotaan.
Pengendara cukup memutar gas, lalu motor melaju tanpa perlu repot memindahkan gigi.
Namun atas kemudahan tersebut, terdapat sistem transmisi pintar yang bekerja sangat keras di balik dek motor, yaitu Continuously Variable Transmission (CVT).
Jika oli mesin diibaratkan sebagai darah, maka CVT adalah otot yang menyalurkan seluruh tenaga mesin langsung ke roda belakang.
Sayangnya, karena letaknya tertutup rapat di dalam rumah transmisi, komponen vital ini sering terlupakan hingga akhirnya menimbulkan gangguan yang mengurangi kenyamanan berkendara.
Menurut Fachrul Reza Instruktur Training Astra Motor Jateng, banyak pengguna motor matik baru menyadari pentingnya perawatan CVT setelah muncul gejala seperti getaran, suara kasar, atau tarikan yang terasa berat.
Padahal, kondisi tersebut umumnya terjadi akibat penumpukan debu dan ausnya komponen di dalam ruang CVT.
“CVT itu bekerja terus menerus setiap motor digunakan. Kalau jarang dibersihkan, debu kampas dan panas berlebih bisa memengaruhi performa motor secara keseluruhan,” jelas Fachrul Reza.
Menjaga kondisi CVT sebenarnya merupakan kunci utama untuk mempertahankan performa motor matik agar tetap halus dan responsif.
Di dalam ruang CVT terdapat berbagai komponen penting yang bekerja saling berkesinambungan, mulai dari V-belt, roller, pulley, hingga kampas ganda.
Seiring intensitas pemakaian, debu jalanan, sisa gesekan kampas, dan panas tinggi akan menumpuk di dalam ruang tersebut.
Apabila blok CVT jarang dibuka dan dibersihkan, kotoran yang mengendap dapat menghambat pergerakan roller dan memicu gejala “gredek” atau getaran tidak nyaman saat motor mulai berjalan dari posisi berhenti.
Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini juga membuat tarikan motor terasa lebih berat dan kurang responsif.
Fachrul Reza juga menambahkan bahwa pengendara sering kali menunda servis CVT karena merasa motor masih normal digunakan.
Padahal, kerusakan pada CVT umumnya terjadi secara perlahan dan tidak langsung terasa.
| Pendaftaran Dibuka, AHM Best Student Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri |
|
|---|
| AHM Best Student 2026 Buka Pendaftaran, Ajak Pelajar Ciptakan Solusi Nyata untuk Masyarakat |
|
|---|
| Seni Menjaga Fokus Berkendara di Terik Akhir Mei |
|
|---|
| Panas Ekstrem Mengintai Pengendara, Ini Tips Astra Motor Jateng agar Aman Berkendara |
|
|---|
| Pebalap Ramadhipa Tampil Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ASTRA-MOTOR-JATENG.jpg)