kominfo kota pekalongan
Dekranasda Depok Belajar Pelestarian Batik di Kota Pekalongan
Dekranasda Kota Depok, melakukan studi banding ke Kota Pekalongan untuk mempelajari upaya pelestarian batik dan pengembangan industri kreatif daerah.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, melakukan studi banding ke Kota Pekalongan untuk mempelajari upaya pelestarian batik dan pengembangan industri kreatif daerah.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Dekranasda Kota Pekalongan di Museum Batik Pekalongan, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Dinkes Kota Pekalongan: Baru 3 Persen Warga Pemilik Jamban Terapkan Sanitasi Aman
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dekranasda Kota Depok yang memilih Pekalongan sebagai tujuan studi banding.
Menurutnya, Kota Pekalongan dikenal luas sebagai daerah penghasil batik dengan kekayaan motif dan corak warna yang beragam.
Ia menuturkan, pembelajaran batik di Kota Pekalongan tidak dapat dilakukan secara singkat karena batik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
"Belajar batik di Pekalongan tidak cukup hanya satu hari. Batik di sini, tumbuh bersama masyarakat dan menjadi identitas daerah," ujarnya saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (9/1/2026).
Inggit berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi antardaerah, khususnya dalam pengembangan kerajinan dan penguatan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, mengaku memperoleh banyak pembelajaran dari kunjungan tersebut.
"Saya mengapresiasi, konsistensi Kota Pekalongan dalam menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya di tengah tantangan perkembangan zaman dan teknologi," katanya.
Menurutnya, peran pemerintah daerah dan Dekranasda Kota Pekalongan dalam menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam industri batik menjadi salah satu hal penting yang patut dicontoh.
Baca juga: Tanggul Sungai Bremi Kota Pekalongan Jebol Sepanjang 35 Meter
Hal tersebut terlihat, dari keberadaan Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon yang terus aktif hingga kini.
Selain batik, Siti Barkah juga menilai perkembangan industri kreatif di Kota Pekalongan telah merambah ke berbagai produk kriya lainnya, seperti rajut dan tenun.
"Kondisi ini menunjukkan, bahwa Pekalongan tidak hanya kuat pada sektor batik, tetapi juga kreatif dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah," ujarnya.
| Gubernur Jawa Tengah Dorong Target Zero Waste Saat Run For Rivers di Pekalongan |
|
|---|
| Bappenas Kaji Opsi Bendung Gerak dan Kolam Retensi untuk Bremi-Meduri Pekalongan |
|
|---|
| Jalan Rusak Belum Beres, Pemkot Pekalongan Gaspol Bangun Kantor Baru |
|
|---|
| Joko Purnomo: Kepedulian Gereja Santo Petrus Jadi Semangat bagi Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pelat Jembatan Setono Pekalongan Ambles, DPUPR Lakukan Perbaikan Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260109_Dekranasda-Kota-Depok-melakukan-studi-banding-ke-Kota-Pekalongan_1.jpg)