Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kominfo kota pekalongan

Rumah Livelihood Jadi Senjata Baru Hadapi Rob dan Kemiskinan Pesisir di Pekalongan

Kota Pekalongan bersama Kemitraan Indonesia meluncurkan, Program Rumah Livelihood sebagai langkah strategis menghadapi dampak rob.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok Kominfo Kota Pekalongan
SOSIALISASI RUMAH LIVELIHOOD - Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab bersama Kemitraan Indonesia meluncurkan, Program Rumah Livelihood, di Hotel Aston Pekalongan, Senin (8/6/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan bersama Kemitraan Indonesia meluncurkan, Program Rumah Livelihood sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat pesisir menghadapi dampak rob yang selama ini menggerus sumber penghidupan warga.

Program tersebut diharapkan menjadi 'senjata baru' dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi kerentanan sosial di kawasan terdampak perubahan iklim.

Program Rumah Livelihood diperkenalkan melalui kegiatan kick off yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, di Hotel Aston Pekalongan, Senin (8/6/2026). 

Baca juga: Bukan Konvoi atau Coret Baju, Siswa MTsN 3 Demak Rayakan Kelulusan dengan Bagi Sembako di Lokasi Rob

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, mengatakan Rumah Livelihood dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mendorong lahirnya usaha-usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut melibatkan berbagai kalangan, termasuk generasi muda, agar ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan peluang usaha yang mampu bertahan di tengah tantangan perubahan iklim.

"Rumah Livelihood diharapkan, menjadi rumah penguatan pembangunan ekonomi masyarakat Kota Pekalongan. Kami ingin, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi wadah yang mampu melahirkan pelaku usaha mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan, Arif Mahmudi, menjelaskan Rumah Livelihood atau Balai Brayan Urip akan menjadi pusat edukasi, pelatihan, pemberdayaan, hingga pengembangan usaha bagi kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini terdampak rob.

Ia menyebutkan, berbagai produk UMKM dari kawasan terdampak nantinya akan ditampung dan dipromosikan melalui fasilitas tersebut. 

Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan ruang belajar dan praktik untuk mengembangkan usaha baru yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.

"Rumah Livelihood hadir, untuk membantu masyarakat menemukan sumber penghidupan baru. Kami ingin, warga memiliki alternatif usaha yang mampu bertahan dan berkembang meskipun menghadapi dampak perubahan iklim," jelasnya.

Berbagai program pengembangan usaha akan dijalankan di Rumah Livelihood, mulai dari pelatihan batik ekologis, pengolahan hasil perikanan, budidaya mangrove, hingga usaha berbasis lingkungan lainnya.

Selain itu, pengembangan silvofishery, rumah bibit mangrove, ekowisata pesisir, dan arboretum mangrove juga akan didorong sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkot Semarang Tekankan Pentingnya Kerja Sama Antardaerah Tangani Banjir dan Rob

Arif menambahkan, Rumah Livelihood yang berlokasi di eks Kantor Markas PMI Kota Pekalongan, Jalan Rajawali Timur Nomor 2, saat ini masih dalam tahap renovasi. 

Proses penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas Kota Pekalongan.

"Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada Agustus 2026, dan diharapkan menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus sarana membangun ketangguhan warga dalam menghadapi ancaman rob dan perubahan iklim di masa mendatang," tambahnya. (Dro)

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved