Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Telogorejo

Edukasi & Program Fisioterapi Efektif Atasi Nyeri Pinggang Pengrajin Genteng di Desa Meteseh Boja

Program fisioterapi berbasis edukasi dan latihan fisik kini diterapkan khusus untuk pengrajin genteng

Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Program fisioterapi berbasis edukasi dan latihan fisik kini diterapkan khusus untuk pengrajin genteng 

Oleh : Deasy Virka Sari, Ftr.,M.Fis, Dosen S-1 Fisioterapi Universitas Telogorejo Semarang

NYERI pinggang bawah merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh pengrajin genteng, sekelompok pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dengan posisi tubuh yang kerap membungkuk dan gerakan repetitif. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidaknyamanan, menurunkan produktivitas kerja, serta mempengaruhi kualitas hidup para pengrajin.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berbagai program fisioterapi berbasis edukasi dan latihan fisik kini diterapkan khusus untuk pengrajin genteng. Program ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya postur kerja ergonomis serta memberikan latihan yang difokuskan pada penguatan otot penopang tulang belakang dan peningkatan fleksibilitas.

Salah satu metode yang telah terbukti efektif adalah william exercise, yang dirancang untuk mengurangi ketegangan otot serta menurunkan disabilitas akibat nyeri punggung bawah miogenik. Dengan diberikan William exercise pengrajin bisa merasakan adanya perubahan fleksibilitas, dan penurunan nyeri pada saat bekerja.

Selain latihan dan edukasi, terapi manual seperti mobilisasi sendi dan pijatan jaringan lunak juga digunakan untuk meredakan ketegangan otot dan meningkatkan rentang gerak tulang belakang. Latihan penguatan core stability juga diberikan untuk membantu stabilisasi postur dan mengurangi risiko kekambuhan nyeri.

Program-progam ini tidak hanya berhasil mengurangi keluhan nyeri, tetapi juga meningkatkan kemampuan fungsional para pengrajin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Edukasi berkelanjutan dan dukungan aktif dari komunitas kesehatan menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja pengrajin genteng.

Ke depan, diharapkan program ini bisa menjadi model intervensi preventif dan rehabilitatif untuk pekerja berat lain yang memiliki risiko tinggi nyeri muskuloskeletal, sehingga dapat menjadi kontribusi nyata dalam menunjang kesehatan masyarakat pekerja produktif. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved