Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Bukan Sekadar PPL: Workshop yang Mengubah Cara Pandang Mahasiswa PAI UIN Saizu

Ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengikuti Workshop PPL 2

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengikuti Workshop PPL 2 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Suasana Auditorium Utama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto tampak lebih hidup sejak pagi. Ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) duduk antusias, membawa catatan dan harapan, mengikuti Workshop PPL 2 Prodi PAI yang digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Workshop ini menjadi ruang persiapan penting bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke sekolah melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2. Lebih dari sekadar pembekalan teknis, kegiatan ini menyentuh sisi paling mendasar seorang calon guru: cara berpikir, bersikap, dan memaknai proses belajar di era Kurikulum Merdeka.

Sebagai pemateri utama, Dr. Ahmad Yusuf Prasetiawan mengajak mahasiswa merefleksikan kembali peran guru di tengah perubahan kebijakan pendidikan. Dalam materinya tentang Mindset Merdeka Belajar dan Pengembangan Kurikulum Merdeka, ia menekankan bahwa tantangan utama bukan pada administrasi, melainkan pada keberanian mengubah pola pikir.

“Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki growth mindset. Merdeka belajar bukan sekadar bebas memilih metode, tetapi kemerdekaan berpikir agar guru dan siswa bisa tumbuh bersama,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menjelaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, serta asesmen diagnostik dan formatif. Menurutnya, tanpa pemahaman tersebut, pembelajaran berisiko kehilangan makna dan gagal membentuk karakter peserta didik.

Sementara itu, Dina Purnamaningsih menyampaikan materi Pembelajaran Aktif dalam Kurikulum Merdeka dengan pendekatan yang membumi. Ia menekankan bahwa kelas bukan lagi ruang satu arah, melainkan ruang dialog dan pengalaman belajar.

“Pembelajaran harus memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, dan merefleksikan apa yang mereka pelajari,” tuturnya.

Menurut Dina, pembelajaran yang dirancang secara sadar, bermakna, dan menggembirakan akan melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Pesan ini terasa dekat bagi mahasiswa PAI yang kelak akan berhadapan langsung dengan realitas kelas yang beragam.


Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Fauzi, menegaskan bahwa Workshop PPL 2 merupakan langkah strategis fakultas dalam menyiapkan calon guru yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi ajar. Mereka harus memiliki mindset pedagogik yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan kebutuhan peserta didik hari ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa PPL 2 bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menguji integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial sebagai pendidik.

Workshop ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya mutu pembelajaran dan pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan pembelajaran aktif, diferensiasi, serta asesmen berkelanjutan dinilai sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Di sisi lain, kegiatan ini mendukung Asta Protas Kementerian Agama, terutama pada agenda penguatan sumber daya manusia unggul dan moderat. Mahasiswa PAI dipersiapkan tidak hanya sebagai pengajar agama, tetapi juga sebagai pendidik yang menanamkan nilai moderasi beragama, karakter kebangsaan, dan kecakapan abad ke-21.

Bagi mahasiswa, workshop ini bukan sekadar agenda formal, tetapi titik awal untuk menata langkah. Dari ruang auditorium, tumbuh harapan agar PPL 2 menjadi pengalaman bermakna tempat belajar dari realitas, mengabdi, dan membuktikan diri sebagai calon guru PAI yang profesional dan berkarakter.

Melalui Workshop PPL 2 ini, FTIK UIN Saizu berharap mahasiswa Prodi PAI memiliki kesiapan akademik, pedagogik, dan moral yang kuat, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved