UIN SAIZU Purwokerto
16 Mahasiswa dari Sejumlah Negara Tempuh Pendidikan di Kampus II UIN Saizu di Purbalingga
Sebanyak 16 mahasiswa internasional kuliah di Kampus II UIN Saizu Purbalingga, memperkuat internasionalisasi dan daya saing global kampus.
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Suasana Kampus II Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) di Purbalingga kini semakin berwarna. Di antara ribuan mahasiswa yang menjalani perkuliahan, terdapat 16 mahasiswa internasional dari sejumlah negara.
Mereka datang dari berbagai latar budaya, bahasa, dan geografis, namun disatukan semangat menimba ilmu di perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia. Kehadiran mahasiswa asing tersebut menandai semakin menguatnya peran UIN Saizu sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang terbuka dan berdaya saing global.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menyampaikan keberadaan mahasiswa internasional di Kampus II Purbalingga merupakan bagian dari proses internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan. Mereka berasal dari sejumlah negara, antara lain Suriname, Bangladesh, Sudan, Yaman, Oman, dan Nigeria.
Mereka mengikuti perkuliahan di sejumlah program studi yang berada di Fakultas Dakwah serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). “Saat ini UIN Saizu memiliki 54 mahasiswa asing dari 17 negara, dan 16 mahasiswa di antaranya menempuh pendidikan di Kampus II Purbalingga," ujarnya.
Hal itu disampaikan Prof. Ridwan saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, beserta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Purbalingga di Kampus II Purbalingga, Jl. MT. Haryono, Desa Karangsentul, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Selasa (13/1/2026) sore.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor 2, Prof Sulkhan Chakim, Dekan Fakultas Dakwah Dr. Muskinul Fuad, Kepala Bagian Umum dan Akademik Nurkhikmah, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Dr. Rahmini Hadi dan pimpinan unit/lembaga lainnya.
Menurut Prof. Ridwan, kepercayaan masyarakat internasional terhadap UIN Saizu terus meningkat. Kampus II UIN Saizu di Purbalingga mulai beroperasi sejak 2023 dan kini memasuki tahun ketiga. Kampus ini telah digunakan oleh dua fakultas dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.474 orang.
Antara lain, terdiri atas 2.579 mahasiswa Fakultas Dakwah dan 895 mahasiswa Fakultas Saintek seperti Prodi Informatika. Mahasiswa internasional tidak hanya mengikuti proses akademik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan dan kehidupan sosial di lingkungan kampus.
Interaksi tersebut memperkaya suasana akademik serta memperkuat pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing. Selain menjadi pusat pendidikan, Kampus II Purbalingga juga dikembangkan sebagai kampus hijau dan berbasis ekoteologi.
Ini merupakan pendekatan keagamaan yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep ini menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa internasional yang ingin mempelajari Islam moderat dan kontekstual.
Keberadaan mahasiswa internasional di Kampus II Purbalingga diharapkan mampu memperkuat citra UIN Saizu di tingkat global. Ini sekaligus mendorong terciptanya iklim akademik yang inklusif, multikultural, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan.
Bagi para mahasiswa internasional, Indonesia adalah pengalaman pertama hidup jauh dari tanah kelahiran. Bahasa, cuaca, hingga kebiasaan masyarakat menjadi tantangan sekaligus pembelajaran baru. Salah satu daya tarik UIN Saizu bagi mahasiswa internasional adalah pendekatan Islam moderat dan inklusif yang diajarkan di ruang-ruang kelas.
Nilai tersebut tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga tercermin dalam kehidupan kampus yang toleran dan dialogis. Di luar perkuliahan, mahasiswa internasional juga mengenal kehidupan sosial masyarakat Purbalingga.
Pasar tradisional, kegiatan keagamaan, hingga interaksi dengan warga sekitar menjadi pengalaman berharga yang membentuk pemahaman mereka tentang Islam Nusantara dan kearifan lokal. Bagi 16 mahasiswa internasional tersebut, Kampus II UIN Saizu adalah tempat merangkai masa depan.
Ilmu yang mereka peroleh diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan di negara asal, baik sebagai pendidik, dai, peneliti, maupun profesional di berbagai bidang. Keberadaan mereka juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lokal untuk membuka wawasan global dan membangun jejaring internasional sejak dini.
Kampus II UIN Saizu di Purbalingga pun kian menegaskan perannya sebagai ruang belajar lintas bangsa, tempat perjumpaan ilmu, budaya, dan nilai kemanusiaan tumbuh bersama dalam harmoni. (***)
| Seminar Nasional FEBI UIN Saizu: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Utama Ekonomi Digital Indonesia |
|
|---|
| Tak Hanya Jadi Guru, Lulusan PBA UIN Saizu Kini Diburu Berbagai Sektor Profesional |
|
|---|
| TDA Jalin Kerja Sama dengan UIN Saizu Purwokerto, Dorong Mahasiswa Berani Jadi Pengusaha |
|
|---|
| UIN Saizu Percepat Pemutakhiran Data GreenMetric, Targetkan Rekognisi Kampus Hijau di Tingkat Global |
|
|---|
| Mahasiswi BKI UIN Saizu Lulus Tanpa Skripsi, Artikel tentang Korban Bullying Tembus Jurnal SINTA 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260114_rektor_uinsaizu.jpg)