Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UNIMMA

Wamen P2MI Ingatkan Tradisi Keilmuan Muhammadiyah dalam Pengajian Ramadan Kedu Raya di UNIMMA

Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bagian dari tradisi Muhammadiyah.  

TRIBUNJATENG.COM - Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bagian dari tradisi Muhammadiyah. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Kedu Raya yang digelar di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) pada Sabtu (7/3).

Kegiatan tersebut diikuti 500 peserta dari berbagai wilayah Kedu Raya yaitu Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, serta Kebumen. 

Baca juga: UNIMMA Tuan Rumah Pengajian Ramadan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kedu Raya, Bahas Aqidah Islam Berkemajuan

Baca juga: Talkshow Ramadhan UNIMMA Bahas Al Quran dan Perempuan bersama Komisioner Komnas Perempuan RI

Pengajian menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di kawasan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Dzulfikar menyampaikan bahwa dalam Muhammadiyah, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan sangatlah kuat, bahkan sering kali lebih tinggi dibandingkan jabatan publik. 

“Di Muhammadiyah itu, jabatan publik tidak terlalu diunggulkan, makanya di luar acara-acara resmi kalau belum professor jangan harap duduk di depan. Seperti itulah, kita di Muhammadiyah kecintaannya terhadap ilmu, karena bagi orang Muhammadiyah, ta'allam fainnal 'ilma zainun liahlihi, kita ini harus berlajar karena kita sadar bahwa ilmu itu adalah sejati-jatinya perhiasan bagi orang yang memilikinya,” ujarnya.

Dzulfikar juga menegaskan, semangat mencintai ilmu juga menjadi warisan penting dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menempatkan keilmuan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang tercerahkan. 

“Kyai Ahmad Dahlan keberpihakannya kepada keilmuan itu sangat fokus dan sangat prioritas. Maka dalam terminologi Muhammadiyah, menyebut ‘aliman itu bukan saja orang-orang yang pintar tetapi orang-orang yang mampu melepaskan dalam konteks kebodohan,” tambahnya.

Menutup tausiyahnya, Dzulfikar menyampaikan bahwa Pengajian Ramadan yang selalu dirindukan warga Muhammadiyah tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan pribadi-pribadi yang utuh dengan kepedulian, kepekaan, serta semangat persatuan dan kebersamaan.

Adapun kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIMMA dalam menghadirkan kampus sebagai ruang silaturahmi sekaligus sebagai pusat pengembangan ilmu, dakwah, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved