Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UT Purwokerto

UT Purwokerto Tekankan Visi Jadi PTN Jarak Jauh Berkualitas Dunia

Universitas Terbuka (UT) menekankan visinya dalam menjadi Perguruan Tinggi (PT) terbuka jarak jauh yang berkualitas dunia.

TRIBUN JATENG/Fajar Bahruddin Achmad
PEMBEKALAN TUTOR- Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami SSi MSi saat memberikan pembekalan kepada 181 tutor di Hall Lantai 4 Gedung UT Purwokerto, Kamis (9/4/2026).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Terbuka (UT) menekankan visinya dalam menjadi Perguruan Tinggi (PT) terbuka jarak jauh yang berkualitas dunia.

Penekanan itu disampaikan oleh Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami SSi MSi dalam pembekalan tutor di Hall Lantai 4 Gedung UT Purwokerto, Kamis (9/4/2026).

Pembekalan diikuti oleh 181 tutor, sejumlah 137 tutor hadir secara langsung dan 44 tutor mengikuti secara daring.

Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami SSi MSi mengatakan, UT sejak dulu sampai saat ini tidak pernah berganti visi untuk menjadi perguruan tinggi jarak jauh yang berkualitas dunia. 

Baca juga: Menuju Reputasi Global, UIN Saizu Purwokerto Perkuat Akademik dan Riset lewat Coaching Clinic

Transformasi UT saat ini pun dalam posisi yang cukup strategis di Indonesia. 

Antara lain, UT sudah bergabung di dalam perguruan tinggi yang sudah berbadan hukum dan harus mempertahankannya.

"Sebagai PTN papan atas yang tentu sudah unggul dan menjadi pionir PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), maka harus menentukan langkah yang strategis. 

Karena tantangan pendidikan di Indonesia cukup tinggi apalagi di tengah kondisi perekonomian dan kondisi geopolitik dunia," jelasnya. 

Di hadapan para tutor, Prasetyarti mengatakan, UT terus fokus dalam meningkatkan kualitas, baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kependidikan maupun mahasiswa. 

Khsusunya kepada mahasiswa UT yang saat ini mayoritas adalah gen Z.

Tetapi dalam beberapa evaluasi, sejumlah mahasiswa belum bisa membuat karya tulis ilmiah secara baik, beberapa bahkan teridentifikasi melakukan plagiat. 

"Bapak ibu tutor harus bisa mengarahkan, apakah memang mahasiswa gen Z belum paham, tidak fokus, atau terlalu sibuk.

Tutor harus bisa melihat karaktetisrik apa yang bisa dilakukan," ungkapnya. 

Menurut Prasetyarti, termasuk dalam proses pembelajaran agar mahasiswa bisa fokus dan memahami materi yang diberikan. 

Tutor harus mengidentifiasi gap antar mahasiswa di dalam kelas.

Poinnya adalah menumbuhkan semangat akademik bagi mahasiswa agar bisa aktif dan bisa berkomunikasi. 

"Bapak ibu harus mampu mengidentifikasi gap, itu harus diketahui. Bagaimana dia bisa terbangun, bisa berkomunikasi, dan bisa menyampaikan pendapatan.

Ini tidak hanya untuk kepentingan UT, tapi juga untuk kepentingan bangsa," jelasnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved