Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Tembus Jurnal SINTA 2 UGM, Mahasiswa PMI UIN Saizu Bakal Lulus Tanpa Skripsi 

Mahasiswa PMI UIN Saizu tembus jurnal SINTA 2 UGM lewat riset ketahanan pangan, buka peluang lulus tanpa skripsi lewat publikasi ilmiah.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa PMI UIN Saizu Aktif Anjani tembus jurnal SINTA 2 UGM lewat riset ketahanan pangan, buka peluang lulus tanpa skripsi lewat publikasi ilmiah. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Prestasi akademik kembali diraih mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Aktif Anjani, mahasiswa angkatan 2022, berhasil memublikasikan artikel ilmiah di Jurnal Ketahanan Nasional yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada dan telah terakreditasi SINTA 2.

Artikel tersebut terbit pada Volume 32, Nomor 1, April 2026 dan diumumkan pada Senin (27/04/2026).

Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan jalur publikasi ilmiah sebagai alternatif tugas akhir pengganti skripsi di lingkungan kampus.

Aktif Anjani mengungkapkan bahwa motivasinya menulis artikel ilmiah berawal dari pertanyaan kritis terhadap tugas akhir di kampusnya.

“Waktu itu saya bertanya-tanya, kenapa jarang yang menulis artikel sebagai tugas akhir? Apakah sangat sulit? Akhirnya saya menantang diri untuk menulis artikel hingga terbit di jurnal Sinta 2 agar saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya tadi,” ungkap Aktif.

Proses penulisan artikel tersebut dimulai sejak Juni 2025 dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing.

Dalam perjalanannya, ia sempat menghadapi dinamika dunia publikasi ilmiah, termasuk penolakan dari jurnal lain.

“Dalam proses, saya senang mendapatkan dosen pembimbing yang sangat membimbing dalam proses penulisan. Itu keberuntungan luar biasa. Namun, sebelum terbit di UGM, artikel saya pernah ditolak oleh jurnal lain,” imbuhnya.

Sekretaris Program Studi PMI sekaligus dosen pembimbing, Imam Alfi, menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat dalam mendorong mahasiswa berkembang di bidang kepenulisan ilmiah.

“Jurnal ilmiah merupakan indikator kecendekiawanan seseorang. Oleh karena itu, kampus memiliki komitmen kuat kepada para mahasiswa untuk mengembangkan diri di dunia perjurnalan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa fakultas telah menyiapkan kebijakan yang memudahkan mahasiswa dalam menempuh jalur publikasi.

“Saya mendorong seluruh mahasiswa PMI untuk ikut berpartisipasi dalam jalur publikasi ini. Ada support system dari fakultas melalui kebijakan tugas akhir pengganti skripsi. Mari kita dukung dan semarakkan, karena ini peluang yang sangat potensial bagi mahasiswa PMI,” tegasnya.

Artikel yang ditulis Aktif Anjani berjudul “Penerapan Program Budidaya Tanaman Melon sebagai Upaya Ketahanan Pangan di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.”

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi program ketahanan pangan melalui budidaya tanaman hortikultura serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan ekonomi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya pencatatan hasil panen dan minimnya pelatihan bagi kelompok masyarakat.

Untuk meningkatkan efektivitas program, penelitian ini merekomendasikan penyusunan sistem pencatatan hasil panen yang terstruktur, penyediaan teknologi pascapanen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan manajerial, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan pendampingan berkelanjutan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil jalur publikasi sebagai alternatif tugas akhir.

Di akhir wawancara, Aktif Anjani turut menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa lainnya.

“Saya berharap agar para rekan-rekan mahasiswa lainnya dimudahkan dalam menyelesaikan tugas akhir. Dan perlu diingat bahwa tugas akhir tidak menguji seberapa kita pintar, tetapi seberapa kita kuat dan bertahan untuk tidak menyerah,” tutup Aktif. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved